Ikhbar.com: Penceramah kondang, Dr. KH Manarul Hidayat, mengingatkan pentingnya posisi ulama, kiai, dan guru mengaji dalam kehidupan masyarakat. Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Almanar Azhari Depok, Jawa Barat itu, ulama memiliki peran sebagai penerus ajaran Rasulullah Muhammad Saw dan pembimbing masyarakat dalam membedakan halal dan haram.
Hal tersebut disampaikan Kiai Manarul dalam mauidzah hasanah pada Puncak Peringatan Haul Ke-37 KH Aqiel Siroj dan Sesepuh Pondok Pesantren KHAS Kempek Cirebon, Ahad, 20 September 2026.
Baca: Kiai Manarul Hidayat Ungkap Pentingnya Anak Bisa Berdoa
Kiai Manarul mengutip hadis:
الْعُلَمَاءُ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ
“Ulama adalah pewaris para nabi.” (HR. Imam At-Tirmidzi, Imam Ahmad, Imam Ad-Darimi, dan Imam Abu Dawud)
Menurut Kiai Manarul, Rasulullah Saw telah wafat sekitar 14 abad lalu. Setelah itu, keberlanjutan ajaran dan bimbingan keagamaan diteruskan oleh ulama dan kiai.
Ia juga menyampaikan ungkapan laulal ulama lakaanan naasu kal-bahaa’im. Ungkapan tersebut dijelaskannya sebagai gambaran bahwa tanpa ulama dan kiai, manusia akan hidup tanpa memahami batas antara yang halal dan haram.
“Kalau tidak ada ulama dan kiai, manusia hidup seperti binatang, tidak kenal haram dan halal,” katanya.
Kiai Manarul juga menyebut ungkapan mautul ‘aalim mautul ‘aalam, yang dimaknainya sebagai besarnya kehilangan ketika seorang alim meninggal dunia.
Karena itu, menurut dia, masyarakat perlu memperhatikan keberadaan ulama, kiai, dan guru-guru ngaji. Peran mereka tidak berhenti pada penyampaian pengetahuan agama, tetapi juga memberikan arah moral bagi masyarakat.
Baca: Begini Proses Kejujuran dan Kebohongan Lahir di Benak Manusia: Analisa Tiga Ulama
Kiai Manarul mengaitkan fungsi tersebut dengan keberadaan pesantren. Menurutnya, pesantren merupakan lembaga pendidikan yang sejak lama menjadi tempat pelestarian ajaran agama sekaligus pembentukan karakter santri.
Ia kemudian menyinggung perkembangan pesantren di Indonesia, termasuk perjuangan agar pesantren memperoleh pengakuan melalui Undang-Undang Pesantren. Menurut Kiai Manarul, perkembangan tersebut menunjukkan semakin kuatnya posisi pesantren dalam kehidupan pendidikan nasional.
Bagi Kiai Manarul, keberadaan ulama dan pesantren menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan nilai keagamaan dan moral di tengah masyarakat.
“Perhatikan ulama, kiai, dan guru-guru ngaji,” pungkasnya.