Rangkaian Hari Santri 2026

Menteri Agama (Menag) Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar. Foto: Kemenag

Ikhbar.com: Kementerian Agama (Kemenag) resmi meluncurkan logo, tema, dan rangkaian kegiatan Hari Santri 2026. Peluncuran tersebut menjadi bagian dari persiapan peringatan satu dekade Hari Santri yang akan mencapai puncaknya pada 24 Oktober 2026 di Istora Senayan, Jakarta.

Menteri Agama (Menag) Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar mengatakan, Hari Santri selama ini diperingati setiap tahun. Namun, keterlibatan negara melalui agenda resmi Kemenag memberikan dimensi berbeda dalam pelaksanaannya.

“Kita sebetulnya sudah setiap tahun memperingati Hari Santri, tetapi nanti secara formal kan berbeda ya. Karena negara hadir, kan lebih sah,” kata Menag dalam Media Gathering Hari Santri 2026 di Jakarta, Selasa, 22 September 2026.

Menurut Nasaruddin, peringatan Hari Santri tahun ini juga memiliki momentum berbeda karena Kemenag telah memiliki Direktorat Jenderal Pesantren. Kehadiran direktorat tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam penguatan urusan kepesantrenan di lingkungan Kemenag.

“Betul yang dikatakan ini adalah hari kebangkitan santri dengan launching dengan hadirnya Ditjen Pesantren,” ujarnya.

Baca: Link Download Logo Hari Santri 2026

Nasaruddin juga menyinggung pelantikan Basnang Said sebagai Direktur Jenderal Pesantren. Ia menyebut Basnang memiliki latar belakang yang dekat dengan lingkungan pesantren.

“Baru saja dilantik Pak Basnang yang memang besar di pondok pesantren. Tapi insyaallah dengan hadirnya Ditjen pondok pesantren ini akan menumbuhkan citra positif baru di lingkungan pondok pesantren,” sambung Menag.

Pada peringatan Hari Santri 2026, Kemenag mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas.” Tema tersebut menjadi bagian dari rangkaian agenda peringatan yang berlangsung sejak peluncuran logo dan tema hingga malam puncak.

Kemenag telah menyiapkan sejumlah agenda untuk memperingati satu dekade Hari Santri. Rangkaian kegiatan dimulai pada Selasa, 22 September 2026, hingga malam puncak pada Sabtu, 24 Oktober 2026 di Istora Senayan, Jakarta.

Sejumlah kegiatan yang disiapkan meliputi:

– Perkemahan Pramuka
– Surat Santri untuk Presiden
– Festival Sarung dan Peci
– Multaqa Ma’had Aly
– Expo Kemandirian Pesantren
– Santrivision
– Upacara Hari Santri
– Malam Puncak Hari Santri

Direktur Jenderal Pesantren, KH Basnang Said menyampaikan harapan agar Presiden Prabowo Subianto dapat menghadiri malam puncak Hari Santri 2026 di Istora Senayan, Jakarta.

“Insyaallah di Istora Senayan Jakarta. Kita berharap Bapak Presiden Prabowo berkenan hadir dan insyaallah nanti dalam minggu-minggu ini kami akan melayangkan surat ke beliau. Tentu lewat Pak Menteri Agama untuk kemudian mengundang Bapak Presiden,” kata Kiai Basnang.

Hari Santri ditetapkan secara resmi melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015. Keputusan tersebut menjadi dasar penetapan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri yang diperingati setiap tahun.

Selain Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015, pemerintah juga memiliki Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren. Regulasi tersebut menjadi landasan hukum dalam penyelenggaraan pesantren di Indonesia.

Ikuti dan baca artikel kami lainnya di Google News.