Ayat-ayat Kemerdekaan

Penjelasan ini menempatkan kebebasan meyakini agama sebagai prinsip dasar yang dijamin sejak awal turunnya Al-Qur’an.
Ilustrasi. Olah Digital oleh IKHBAR

Ikhbar.com: Al-Qur’an memuat banyak nilai yang sejalan dengan semangat kemerdekaan. Berbagai ayat di dalamnya mengajarkan manusia untuk membebaskan diri dari segala bentuk penindasan, keterjajahan, dan keadaan yang merendahkan martabat kemanusiaan.

Kemerdekaan yang berhasil diraih rakyat Indonesia 81 tahun silam merupakan anugerah Allah Swt yang patut disyukuri umat Muslim. Rasa syukur itu dapat diwujudkan dengan terus menjaga kemerdekaan sekaligus memahami maknanya melalui nilai-nilai yang diajarkan Al-Qur’an.

Berikut ini 5 ayat Al-Qur’an yang berbicara kemerdekaan:

Baca: Kumpulan Doa Upacara HUT Ke-81 RI, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemah

Kebebasan berkeyakinan

QS. Al-Baqarah: 256 menegaskan tidak ada paksaan dalam urusan agama. Allah Swt berfirman:

لَآ اِكْرَاهَ فِى الدِّيْنِۗ قَدْ تَّبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ ۚ فَمَنْ يَّكْفُرْ بِالطَّاغُوْتِ وَيُؤْمِنْۢ بِاللّٰهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقٰى لَا انْفِصَامَ لَهَا ۗوَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ

 

Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam). Sungguh, telah jelas jalan yang benar dari jalan yang sesat. Siapa yang ingkar kepada tagut dan beriman kepada Allah sungguh telah berpegang teguh pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir al-Qur’an al-Azim menjelaskan, ayat ini turun berkenaan dengan sikap sebagian sahabat Anshar yang hendak memaksa anak-anak mereka memeluk Islam.

Menurutnya, Allah tidak menghendaki seorang pun masuk agama Islam dengan cara paksaan, sebab kebenaran Islam telah tampak jelas dan berbeda dari kesesatan.

Penjelasan ini menempatkan kebebasan meyakini agama sebagai prinsip dasar yang dijamin sejak awal turunnya Al-Qur’an.

Baca: Hukum Uang Pendaftaran Lomba Agustusan menurut MUI

Perubahan nasib 

QS. Ar-Ra’d: 11 menyatakan bahwa Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sampai kaum itu mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Allah Swt berfirman:

لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗ ۚوَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍ

Baginya (manusia) ada (malaikat-malaikat) yang menyertainya secara bergiliran dari depan dan belakangnya yang menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka. Apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, tidak ada yang dapat menolaknya, dan sekali-kali tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.”

Prof. Dr. KH Muhammad Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah menerangkan bahwa ayat ini berbicara tentang hukum sebab akibat dalam kehidupan sosial. Perubahan besar pada suatu bangsa, selalu didahului perubahan sikap, semangat, dan usaha dari anggota masyarakat itu sendiri.

Prinsip ini, kata Prof. Quraish, menjadi landasan makna kemerdekaan sebagai hasil ikhtiar bersama, bukan sesuatu yang datang begitu saja tanpa perjuangan.

Baca: Cara agar Lomba Agustusan Terhindar dari Unsur Judi

Pembebasan dari perbudakan

QS. Al-Balad: 12-13 menyebut bahwa membebaskan budak merupakan salah satu amal yang sangat berat. Allah Swt berfirman:

وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الْعَقَبَةُ ۗ

Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki dan sukar itu?

Sayyid Qutb dalam Tafsir fi Zhilal al-Qur’an menjelaskan bahwa membebaskan manusia dari belenggu perbudakan termasuk amal yang paling berat sekaligus paling mulia di sisi Allah.

Ia menekankan bahwa Islam menempatkan pembebasan manusia dari penindasan sebagai bagian dari jalan mendaki menuju kebaikan. Pandangan ini memperlihatkan bahwa memerdekakan manusia dari penjajahan dan perbudakan memiliki kedudukan tinggi dalam ajaran Islam.

Baca: Menilik Isi Piagam Madinah, Dokumen Nasionalisme Umat dalam Sejarah Islam

Keadilan dan larangan kezaliman

QS. An-Nahl: 90 memerintahkan umat Islam untuk berlaku adil, berbuat kebajikan, serta melarang perbuatan keji, mungkar, dan permusuhan. Allah Swt berfirman:

 إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

 

Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil, berbuat kebajikan, dan memberikan bantuan kepada kerabat. Dia (juga) melarang perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pelajaran kepadamu agar kamu selalu ingat.

KH Abdul Malik Karim Amrullah atau Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menjelaskan, ayat ini menjadi induk dari seluruh ajaran akhlak dan tata kelola masyarakat dalam Islam. Keadilan, menurutnya, merupakan syarat mutlak bagi tegaknya sebuah bangsa. Sementara larangan terhadap kezaliman menjadi benteng agar kemerdekaan yang telah diraih tidak disalahgunakan oleh pemimpin maupun rakyatnya sendiri.

Ikuti dan baca artikel kami lainnya di Google News.