Kemendikdasmen Siapkan Beasiswa Kuliah S1 untuk 150 Ribu Guru

Ilustrasi beasiswa. Foto: Shutterstock

Ikhbar.com: Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) KH Abdul Mu’ti menyatakan pemerintah menyiapkan program beasiswa kuliah bagi 150.000 guru yang belum memiliki kualifikasi pendidikan Diploma IV (D4) atau Strata 1 (S1). Program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualifikasi akademik tenaga pendidik di seluruh Indonesia.

Mendikdasmen mengatakan, setiap guru yang mengikuti program tersebut akan memperoleh bantuan pendidikan sebesar Rp3 juta setiap semester.

“Pada tahun ini, kita menyediakan beasiswa Rp3 juta per semester bagi masing-masing guru yang belum berpendidikan S1 untuk mengikuti program pendidikan S1,” kata Kiai Mu’ti di Pangkalpinang, Kamis, 2 Juli 2026.

Ia menjelaskan beasiswa diberikan kepada guru yang masih berpendidikan Diploma I (D1), Diploma II (D2), dan Diploma III (D3). Para peserta akan menempuh pendidikan melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) sehingga pengalaman mengajar yang dimiliki dapat diakui sebagai bagian dari proses pendidikan tinggi.

Baca: Kemendikdasmen Tambah 800 Ribu Papan Interaktif Digital untuk Sekolah

“Program ini dikhususkan bagi para guru yang belum berpendidikan D4 atau S1 untuk mengikuti program pendidikan S1 dengan sistem Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang disediakan beasiswa bagi para tenaga pengajar ini,” ujarnya.

Menurutnya, peningkatan kualifikasi akademik guru menjadi salah satu prioritas Kemendikdasmen dalam mendukung mutu pendidikan nasional. Selain melalui beasiswa kuliah, kementerian juga terus memperkuat kompetensi guru melalui berbagai program pelatihan.

“Dalam meningkatkan kualifikasi guru ini, kita juga melakukan berbagai pelatihan bagi guru untuk meningkatkan kompetensi dan akademik para pahlawan tanpa tanda jasa ini,” katanya.

Kiai Mu’ti menyebut, pada tahun ini Kemendikdasmen akan menyelenggarakan sedikitnya lima program pelatihan bagi guru. Program tersebut meliputi pelatihan pembelajaran mendalam, bimbingan dan konseling, bahasa Inggris, Sport Education Model (SEM), serta penguatan kompetensi di bidang teknologi.

Ia menjelaskan pelatihan bahasa Inggris disiapkan sebagai bagian dari persiapan penerapan mata pelajaran bahasa Inggris yang direncanakan menjadi mata pelajaran wajib mulai kelas III sekolah dasar pada 2027.

Selain itu, Kemendikdasmen juga memberikan pelatihan mengenai Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, dan akuaponik kepada para guru.

“Pada tahun ini, kita juga melatih para guru menguasai AI dan akuaponik. Saat ini AI dan akuaponik masih menjadi mata pelajaran pilihan. Ke depan, setelah jumlah guru yang kompeten mencukupi, kedua mata pelajaran tersebut direncanakan menjadi mata pelajaran wajib mulai kelas V sekolah dasar,” ujar Mendikdasmen.

Ikuti dan baca artikel kami lainnya di Google News.