Ikhbar.com: Ketua Panitia Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), KH Saifullah Yusuf, mengimbau seluruh pengurus wilayah, pengurus cabang, dan warga Nahdliyin agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi menjelang pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU.
Pesan tersebut disampaikan sosok yang akrab disapa Gus Ipul saat mengunjungi Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Senin, 3 Agustus 2026. Ia menegaskan pentingnya memastikan setiap informasi berasal dari sumber resmi PBNU maupun media yang memiliki kredibilitas.
“Yang penting juga adalah percaya pada berita-berita yang benar. Jangan sampai percaya pada hoaks, berita-berita palsu, atau berita yang menyesatkan,” kata Gus Ipul.
Menurutnya, berbagai informasi yang beredar di ruang publik belum tentu dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, seluruh jajaran NU diminta lebih cermat dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama yang berkaitan dengan pelaksanaan muktamar.
“Ikuti semua kabar yang official. Karena kabar di luar sana macam-macam. Ada yang menyebarkan dokumen atau surat keputusan yang tidak ditandatangani. Itu tidak benar,” ujarnya.
Baca: Muktamar Ke-35 NU bakal Bahas Masa Depan Generasi Digital Native, Apa Itu?
Gus Ipul juga memastikan proses kepesertaan Muktamar Ke-35 NU dilaksanakan sesuai ketentuan organisasi. Setiap pengurus cabang maupun pengurus wilayah yang memenuhi persyaratan memiliki hak mengikuti muktamar.
PBNU, lanjutnya, siap memberikan pendampingan terhadap persoalan administrasi sepanjang seluruh dokumen dan mekanisme yang ditempuh sesuai aturan.
“Peserta itu adalah hak cabang dan wilayah yang memenuhi syarat. PBNU membantu jika ada kekurangan, tetapi prosesnya harus benar dan dokumennya tidak boleh palsu. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar, tidak ada yang dipersulit,” jelasnya.
Selain membahas persiapan muktamar, Gus Ipul meluruskan isu yang beredar di media sosial mengenai dugaan konflik di internal PBNU, termasuk narasi mengenai perebutan pengelolaan tambang. Ia menegaskan kabar tersebut tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.
“Tidak ada konflik tambang atau rebutan apa pun antara Ketua Umum dan Sekjen. Berita-berita seperti itu tidak benar. Yang berkembang di media sosial seolah-olah ada rebutan ini dan itu, padahal faktanya tidak demikian,” tegasnya.
Gus Ipul mengatakan seluruh jajaran pimpinan PBNU saat ini tetap solid dan memusatkan perhatian pada penyelenggaraan Muktamar Ke-35 NU agar berlangsung dengan baik.
“Kalau melihat kondisi sekarang, semuanya guyub. Kami menyambut Muktamar dengan semangat kebersamaan,” pungkas Sekretaris Jenderal PBNU tersebut.
Muktamar Ke-35 NU dijadwalkan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada 27 hingga 31 Agustus 2026. Kegiatan tersebut diharapkan mendapat dukungan dari seluruh warga NU demi kelancaran pelaksanaannya.