Al-Qur’an Berusia 1.000 Tahun Dipamerkan di Saudi

Potret Al-Qur'an berusia 1.000 tahun yang dipamerkan di Arab Saudi. Foto: SPA

Ikhbar.com: Perpustakaan Umum Raja Abdulaziz di Arab Saudi memamerkan manuskrip Al-Qur’an kuno berusia sekitar 1.000 tahun. Pameran ini digelar sebagai bagian dari upaya mengenalkan warisan intelektual Islam kepada publik. Naskah langka ini menjadi salah satu koleksi unggulan yang menarik perhatian karena nilai historis dan keilmuannya.

Dikutip dari Gulf News, manuskrip tersebut ditulis menggunakan aksara Andalusia, sementara penamaan surat-suratnya menggunakan aksara Kufi.

“Nama-nama surat dalam manuskrip tersebut ditulis dengan aksara Kufi,” tulis Gulf News dikutip pada Sabtu, 4 April 2026.

Baca: Kemenag Pamerkan Al-Qur’an Bahasa Isyarat di Mesir

Naskah yang berjudul Gharib Al-Qur’an itu merupakan karya ulama klasik Syekh Abu Ubaidah Ma’mar Ibn Al-Muthanna. Manuskrip tersebut terdiri dari 23 halaman dengan ukuran sekitar 17 x 22 sentimeter, mencerminkan karakteristik penulisan ilmiah pada masa awal perkembangan Islam.

Selain manuskrip tersebut, perpustakaan turut menampilkan karya-karya penting lain dari sejumlah tokoh keilmuan Islam, di antaranya Syekh Abu Ishaq Al-Zajjaj dan Syekh Ibn Qutaybah Al-Dinawari. Pameran ini juga mencakup bagian dari Tafsir al-Tabari yang disalin pada abad keenam.

Jumlah koleksi yang dipamerkan mencapai lebih dari 185 manuskrip langka yang berkaitan dengan tafsir Al-Qur’an. Koleksi ini meliputi berbagai bidang, mulai dari metode pembacaan, kaidah bahasa, hingga penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an.

Pihak perpustakaan menyampaikan komitmennya untuk terus membuka akses terhadap koleksi bersejarah tersebut kepada masyarakat luas.

“Kami berkomitmen menampilkan koleksi langka ini secara luas, termasuk manuskrip, dokumen, foto, koin, hingga artefak bersejarah,” ujar pihak perpustakaan.

Melalui penyelenggaraan ini, pengunjung diberi kesempatan untuk mengenal lebih dekat khazanah keilmuan Islam sekaligus mendukung kegiatan riset.

“Pengunjung dapat mempelajari sekaligus berinteraksi dengan berbagai bentuk warisan budaya, serta mendukung penelitian akademis dengan akses yang lebih luas bagi para cendekiawan,” demikian keterangan pihak perpustakaan.

Ikuti dan baca artikel kami lainnya di Google News.