Ikhbar.com: Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, M.S., menyerahkan secara simbolis bantuan traktor roda dua kepada kelompok tani di Desa Gunungsari, Kecamatan Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan biaya pengolahan lahan sekaligus mendorong petani membangun kemandirian melalui pengelolaan alat pertanian secara bersama.
Penyerahan bantuan berlangsung saat warga masih menghadapi keterbatasan alat pertanian. Dalam pertemuan di teras rumah salah satu warga, Prof. Rokhmin juga berdialog dengan para petani untuk mendengarkan pengalaman mereka, termasuk proses pengajuan bantuan yang telah dilakukan sejak tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah, bantuan traktor ini akhirnya bisa kami terima setelah pengajuan sejak tahun lalu. Semoga alat ini bisa membantu pekerjaan kami di sawah dan meringankan biaya pengolahan lahan,” ujar ketua kelompok petani penerima bantuan, Sunandi, Senin, 26 Oktober 2026.
Baca: Prof. Rokhmin: Menjaga Petani Kunci Amankan Pangan Negeri
Bagi petani, ketersediaan alat pertanian berpengaruh langsung terhadap persiapan lahan menjelang musim tanam. Keterbatasan peralatan, tingginya biaya pengolahan lahan, dan berkurangnya tenaga kerja pertanian menjadi tantangan yang perlu diatasi agar usaha tani berjalan lebih efisien.
Kehadiran traktor roda dua diharapkan dapat mempercepat pekerjaan di sawah sekaligus menekan pengeluaran petani. Dengan biaya produksi yang lebih terkendali, pendapatan keluarga petani diharapkan meningkat. Namun, manfaat bantuan tersebut bergantung pada kemampuan kelompok tani merawat dan mengelola traktor agar tetap dapat digunakan dalam jangka panjang.
Menanggapi kebutuhan tersebut, Prof. Rokhmin mengingatkan para penerima agar menjaga traktor sebagai aset bersama. Menurut mantan Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2001-2004 itu, penggunaan alat perlu diatur secara adil agar seluruh anggota kelompok tani dapat merasakan manfaatnya.
“Bantuan ini harus dirawat dan digunakan bersama. Karena belum semua petani memiliki alat sendiri, traktor yang tersedia perlu dikelola kelompok dengan pembagian penggunaan yang adil,” kata Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University tersebut.
Baca: Prof. Rokhmin Tekankan Pentingnya Sistem Pangan Terintegrasi
Prof. Rokhmin juga mendorong kelompok tani menyisihkan sebagian pendapatan dari pemanfaatan traktor untuk membiayai perawatan, servis, dan perbaikan. Langkah ini diperlukan agar kelompok memiliki dana sendiri ketika alat mengalami kerusakan atau membutuhkan pemeliharaan rutin, tanpa terus bergantung pada bantuan dari luar.
“Petani yang memanfaatkan traktor perlu menyisihkan dana untuk pemeliharaan, servis, dan perbaikan. Jika tabungan kelompok terus berkembang, dana itu diharapkan bisa membantu pembelian alat tambahan,” ujar Prof. Rokhmin.
Menurut dia, pengelolaan bantuan secara bertanggung jawab dapat menjadi langkah awal bagi kelompok tani untuk memperkuat kemandirian ekonomi. Kebiasaan merawat aset bersama dan menyisihkan dana pemeliharaan juga dapat menumbuhkan budaya menabung serta memperkuat gotong royong di antara anggota kelompok.
“Bantuan harus membuka jalan menuju kemandirian. Petani perlu membiasakan diri merawat aset bersama, menabung, dan mengelola usaha secara bertanggung jawab agar semakin berdaya dan mampu membantu sesama,” tutur Prof. Rokhmin.
Prof. Rokhmin menegaskan bahwa pengawalan program pertanian bersama Kementerian Pertanian dan pihak terkait perlu terus dilakukan agar dukungan pemerintah sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Menurut dia, manfaat bantuan harus berlanjut setelah seremoni penyerahan, dengan memastikan traktor tetap berfungsi, pekerjaan petani lebih ringan, dan biaya usaha lebih efisien.
“Manfaat bantuan perlu terus dijaga hingga musim-musim tanam berikutnya. Alat harus tetap berfungsi, pekerjaan petani lebih ringan, biaya lebih efisien, dan kesejahteraan keluarga semakin baik,” pungkas Prof. Rokhmin.