Prof. Rokhmin: Masyarakat masih Sulit Cari Kerja

Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di SMAN 7 Kota Cirebon, Jumat, 6 Februari 2026. Dok IST

Ikhbar.com: Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, M.S menyebut masyarakat Indonesia masih menghadapi persoalan ekonomi, terutama sulitnya mendapatkan pekerjaan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian dalam pembangunan nasional.

Prof. Rokhmin menilai, persoalan kemiskinan tidak cukup dilihat dari angka statistik. Kondisi masyarakat di lapangan juga perlu menjadi pertimbangan untuk mengetahui tingkat kesejahteraan secara lebih utuh.

“Kalau garis kemiskinannya menggunakan standar yang lebih tinggi, tentu gambaran mengenai kondisi masyarakat miskin juga akan berbeda. Karena itu, persoalan kemiskinan tidak bisa hanya dilihat dari satu angka statistik,” ujar Prof. Rokhmin usai mengisi khutbah selepas Salat Subuh berjemaah, Senin, 17 Agustus 2026, di Masjid Nurul Huda, Jalan Cipto MK, Kesambi, Kota Cirebon.

Sosok yang pernah menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan Periode 2001-2004 itu mengatakan, masih banyak masyarakat yang kesulitan memperoleh pekerjaan. Sebagian masyarakat juga membutuhkan bantuan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Baca: Prof. Rokhmin Minta Pemerintah Lebih Jujur soal Data Kemiskinan

“Di berbagai tempat, kita masih melihat masyarakat yang kesulitan mencari pekerjaan. Banyak juga yang membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ini menunjukkan bahwa masih ada persoalan ekonomi yang perlu kita selesaikan bersama,” katanya.

Menurutnya, kondisi tersebut juga dirasakan masyarakat Cirebon. Kesulitan mencari pekerjaan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari masih menjadi persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Di Cirebon, masyarakat masih merasakan sulitnya mencari pekerjaan. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari juga tidak mudah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Prof. Rokhmin menilai, pertumbuhan ekonomi Indonesia perlu dibandingkan dengan negara yang memiliki keadaan ekonomi yang hampir sama. Menurutnya, Vietnam dapat menjadi salah satu negara pembanding karena sama-sama merupakan negara berkembang.

“Kalau ingin membandingkan, sebaiknya apple to apple comparison. Misalnya dengan Vietnam yang memiliki karakteristik sebagai negara berkembang,” katanya.

Prof. Rokhmin menyebut, pemerintah perlu menciptakan keadaan yang dapat membuka lebih banyak kegiatan usaha dan investasi. Pembangunan ekonomi juga perlu tetap memperhatikan lingkungan.

Ia menilai pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan dapat berjalan bersama. Kebijakan pembangunan perlu memperhatikan kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga lingkungan.

Prof. Rokhmin juga mengatakan, kualitas pemimpin berpengaruh terhadap arah pembangunan. Presiden, menteri, kepala daerah, dan anggota DPR memiliki tanggung jawab dalam membuat kebijakan yang berdampak kepada masyarakat.

“Kalau ditanya mengapa kondisi seperti ini terjadi, menurut saya salah satu faktor pentingnya adalah kepemimpinan. Presiden, menteri, kepala daerah maupun DPR memiliki tanggung jawab dalam menentukan arah pembangunan,” tuturnya.

Menurut Prof. Rokhmin, pemimpin perlu memiliki kemampuan, kejujuran, akhlak, dan keteguhan dalam menjalankan tugas.

“Kalau pemimpinnya smart, baik, berakhlak mulia, memiliki kapasitas intelektual dan keteguhan dalam menjalankan tugas, tentu akan lebih mudah membangun pemerintahan yang baik,” ujarnya.

Prof. Rokhmin juga meminta masyarakat mempertimbangkan kemampuan dan integritas calon pemimpin sebelum menentukan pilihan politik. Pilihan politik, menurutnya, perlu didasarkan pada pertimbangan yang matang.

“Jangan sampai pilihan politik hanya didasarkan pada kepentingan sesaat. Masyarakat perlu melihat kapasitas dan integritas calon pemimpin,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat memperbaiki diri dan bekerja keras. Menurut Prof. Rokhmin, perbaikan keadaan bangsa membutuhkan peran pemerintah dan masyarakat.

“Kita tentu berharap mendapatkan pemimpin yang baik, tetapi kita juga harus memperbaiki diri. Kita harus bekerja keras,” ujarnya.

Prof. Rokhmin berharap masyarakat dapat memilih pemimpin berdasarkan kemampuan dan integritas. Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah dipengaruhi atau disuap dalam proses politik.

“Saya menyampaikan ini bukan karena marah. Saya ingin mencari teman untuk bersama-sama memperbaiki keadaan. Pada 2029 nanti, jangan sampai masyarakat mudah dipengaruhi atau disuap,” katanya.

Prof. Rokhmin mengatakan kegiatan turun ke masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat.

“Kalau saya bekerja dan turun ke masyarakat, bukan semata-mata karena ingin dipilih kembali. Saya ingin menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya,” kata Prof. Rokhmin.

Ikuti dan baca artikel kami lainnya di Google News.