Pengasuh Ponpes Tebuireng: Memutus Silaturahmi Berarti Merusak Janji kepada Allah

Pengasuh Ponpes Tebuireng Jombang, KH Fahmi Amrullah Hadziq saat memberikan mauizah hasanah dalam acara Haul Ki Gede Japura. Foto: Ikhbar/FSJ

Ikhbar.com: Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, KH Fahmi Amrullah Hadziq mengingatkan umat Islam untuk tidak memutus silaturahmi. Menurutnya, memutus hubungan kekerabatan berarti mengabaikan perintah Allah Swt untuk menjaga hubungan yang telah diperintahkan-Nya agar tetap tersambung.

Pesan tersebut disampaikan Kiai Fahmi dalam Ngaji At-Tibyan fî Nahyi ‘an Muqatha’atil Arham wal Aqarib wal Ikhwan pada Haul Ki Gede Japura, Kiai Hasan Mutohar, sesepuh, dan almarhumin warga Japura di halaman Masjid Nurul Islah Japura Kidul, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Dalam acara yang mengusung tema “Merawat Sejarah, Mempererat Ukhuwah, Meraih Berkah” itu, Kiai Fahmi menjelaskan, kitab yang dikaji membahas larangan memutus hubungan dengan keluarga, kerabat, dan saudara. Ia menyebut persoalan ini penting karena perpecahan dapat muncul ketika hubungan antarsesama tidak dijaga.

Baca: Silaturahmi tidak Harus Menunggu Idulfitri

“Kalau nyambung silaturahmi itu dijadikan ibadah utama, maka memutus silaturahmi itu adalah dosa yang paling buruk,” ujar Kiai Fahmi.

Dalam kajiannya, ia mengaitkan persoalan tersebut dengan QS. Al-Baqarah: 27:

الَّذِيْنَ يَنْقُضُوْنَ عَهْدَ اللّٰهِ مِنْۢ بَعْدِ مِيْثَاقِهٖۖ وَيَقْطَعُوْنَ مَآ اَمَرَ اللّٰهُ بِهٖٓ اَنْ يُّوْصَلَ وَيُفْسِدُوْنَ فِى الْاَرْضِۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ

Kiai Fahmi menjelaskan, ayat ini menyebut orang-orang yang merusak perjanjian dengan Allah Swt serta memutus sesuatu yang diperintahkan untuk disambungkan. Ia mengaitkan bagian tersebut dengan kewajiban menjaga hubungan persaudaraan.

“Kita ini sudah berjanji kepada Allah, tapi kita tidak menyadari. Maka jangan merusak janji ini. Salah satunya dengan memutus silaturahmi berarti merusak janji kita kepada Allah Swt,” katanya.

Menurut Kiai Fahmi, menjaga silaturahmi membutuhkan kemauan untuk terus menyambungkan hubungan. Hubungan yang mulai renggang perlu dirawat agar tidak berkembang menjadi permusuhan.

Ia mengingatkan bahwa menjaga hubungan dengan sesama dapat dilakukan melalui komunikasi maupun pertemuan. Upaya tersebut diperlukan untuk mempertahankan hubungan baik di tengah masyarakat.

“Harus lebih banyak nyambung silaturahmi dengan siapa pun,” tuturnya.

Kiai Fahmi juga menekankan pentingnya membangun hubungan persaudaraan tanpa membedakan ruang pergaulan. Menurutnya, masyarakat perlu memperluas hubungan baik agar kehidupan sosial tidak dipenuhi permusuhan.

“Kita itu penting tidak punya musuh. Semuanya harus dijadikan saudara,” ujarnya.

Ikuti dan baca artikel kami lainnya di Google News.