Muktamar Ke-35 NU kian Dekat, Persiapan Tambakberas Dikebut

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus Ketua Panitia Muktamar ke-35 NU, KH Saifullah Yusuf turun langsung memeriksa kesiapan fasilitas tempat tinggal para muktamirin, Senin, 10 Agustus 2026. Foto: PBNU

Ikhbar.com: Persiapan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, memasuki tahap akhir. Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus Ketua Panitia Muktamar ke-35 NU, KH Saifullah Yusuf turun langsung memeriksa kesiapan fasilitas tempat tinggal para muktamirin, Senin, 10 Agustus 2026.

Sosok yang akrab disapa Gus Ipul itu meninjau kamar peserta Muktamar ke-35 NU di Tower 5 Universitas KH A. Wahab Hasbullah (UNWAHA). Pemeriksaan tersebut dilakukan bersama Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU, KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq.

Gus Ipul tidak sekadar melihat kondisi fasilitas yang telah disiapkan panitia. Ia turut membantu penataan kamar dengan memasang stiker yang menunjukkan pembagian tempat tinggal para muktamirin.

Penataan ruang juga dilakukan secara langsung. Gus Ipul dan Gus Rozaq merapikan kasur yang telah ditempatkan di sejumlah ruang kelas kampus. Sarung bantal dan penutup kasur kemudian dipasang satu per satu untuk memastikan kebutuhan peserta siap digunakan.

Setelah meninjau tempat tinggal muktamirin, Gus Ipul memimpin apel panitia yang akan bertugas selama pelaksanaan muktamar. Ia juga menggelar pembahasan bersama panitia lokal untuk mengevaluasi berbagai kebutuhan yang masih harus diselesaikan.

Muktamar Ke-35 NU memiliki arti tersendiri bagi Gus Ipul karena pelaksanaannya berlangsung di kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas. Kawasan tersebut memiliki keterkaitan dengan sejarah dan perjuangan para pendiri NU.

Gus Ipul meminta seluruh panitia mengerahkan kemampuan dalam mempersiapkan pelaksanaan muktamar. Ia berharap forum tersebut berjalan dengan baik dan membawa keberkahan.

Baca: Jelang Muktamar Ke-35, PCNU Cirebon Dorong Putra Daerah Jadi Rais Aam PBNU

“Kita kembali ke pangkuan muassis. Karena itu, mari kerahkan seluruh kemampuan kita. Kita berharap dari muktamar ini mendapatkan keberkahan,” kata Gus Ipul.

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada panitia lokal yang bekerja mempersiapkan kegiatan dalam waktu yang terbatas. Menurut Gus Ipul, lokasi pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU baru ditetapkan sekitar 50 hari sebelum agenda tersebut digelar.

Waktu persiapan kini tinggal 17 hari. Meski demikian, Gus Ipul menyatakan optimistis seluruh kebutuhan muktamar dapat diselesaikan melalui kerja sama panitia.

“Sekarang tinggal 17 hari lagi. Tetapi karena kerja sama dan kerja keras seluruh panitia, hari ini kita optimistis, insyaallah kita sangat siap,” ujarnya.

Muktamar Ke-35 NU dijadwalkan berlangsung pada 27-31 Agustus 2026 di kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. PBNU juga berencana mengundang Presiden Prabowo Subianto untuk membuka rangkaian muktamar pada 27 Agustus 2026.

Gus Ipul menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto diharapkan hadir dalam pembukaan tersebut.

“Insyaallah presiden datang untuk membuka muktamar pada tanggal 27 Agustus,” tutur Gus Ipul.

Pelaksanaan muktamar juga diperkirakan memengaruhi aktivitas masyarakat di sekitar lokasi kegiatan. Mobilitas peserta dan warga NU dari berbagai daerah diprediksi meningkat selama forum berlangsung.

Karena itu, Gus Ipul menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Jombang, terutama warga yang tinggal di sekitar pesantren dan kawasan kegiatan, atas kemungkinan adanya pengaturan lalu lintas maupun kepadatan kendaraan.

“PBNU memohon maaf jika nanti selama penyelenggaraan muktamar ada pengalihan lalu lintas atau mungkin menimbulkan kemacetan. Kami mohon maaf kepada masyarakat, khususnya yang berada di sekitar pesantren,” kata Gus Ipul.

Menurut Gus Ipul, jumlah orang yang datang ke Jombang tidak hanya berasal dari peserta resmi Muktamar Ke-35 NU. Warga NU dari berbagai daerah juga diperkirakan hadir untuk mengikuti dan menyemarakkan agenda lima tahunan tersebut.

Gus Ipul turut menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang terlibat dalam persiapan Muktamar Ke-35 NU. Dukungan tersebut berasal dari kepolisian, pemerintah daerah, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Jombang, serta masyarakat di sekitar Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.

“Kami berterima kasih kepada kepolisian, pemerintah daerah, gubernur, bupati, dan terutama masyarakat di sekitar pesantren yang sejak awal ikut membantu dan mendukung persiapan muktamar,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Lokal Muktamar Ke-35 NU KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq mengajak seluruh panitia menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh. Ia meminta kesempatan menjadi tuan rumah muktamar dimaknai sebagai bagian dari khidmah kepada para kiai dan ulama.

Menurut Gus Rozaq, pelaksanaan muktamar di Tambakberas merupakan kesempatan yang sangat berharga. Ia menyebut forum tersebut belum tentu kembali digelar di kawasan tersebut dalam waktu dekat.

“Seratus tahun lagi belum tentu muktamar kembali ke Tambakberas. Maka dari itu, mari kita serius melayani para ulama. Niatnya ditata, niat yang ikhlas,” kata Gus Rozaq.

Gus Rozaq juga menyebut pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU akan membuat Tambakberas menjadi perhatian warga Nahdliyin dari berbagai daerah, termasuk dari luar negeri. Karena itu, ia meminta panitia memberikan pelayanan terbaik selama kegiatan berlangsung.

“Seluruh dunia akan memandang Tambakberas. Karena itu, mari kita tunjukkan pelayanan terbaik kita kepada para kiai, ulama, dan seluruh muktamirin,” pungkasnya.

Ikuti dan baca artikel kami lainnya di Google News.