Ikhbar.com: Pondok Pesantren Ketitang Cirebon perkuat kemandirian ekonomi melalui pengembangan unit usaha peternakan kambing. Langkah tersebut ditandai dengan peresmian pada Sabtu, 1 Agustus 2026.
Unit usaha yang diberi nama Ketifarm atau Ketitang Farming itu dikembangkan sebagai bagian dari kegiatan ekonomi produktif pesantren. Selain penggemukan dan pembibitan kambing, unit usaha tersebut disiapkan sebagai sarana pembelajaran peternakan bagi santri serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Pengasuh Pondok Pesantren Ketitang Cirebon, KH Ahmad Zuhri Adnan mengatakan, pengembangan unit usaha menjadi salah satu langkah awal dalam membangun kemandirian pesantren. Pengelolaan usaha diharapkan dapat berjalan seiring dengan fungsi pesantren sebagai lembaga pendidikan.
“Kemandirian pesantren tumbuh dari keberanian memulai, kesungguhan mengelola amanah, dan kemauan menghadirkan manfaat yang semakin luas,” ujar Kiai Zuhri.
Baca: Peluncuran Buku Jurnalisme Pesantren Warnai Haul dan Imtihan Ke-47 Ponpes Ketitang Cirebon
Pada tahap awal, peternakan tersebut memelihara 30 ekor kambing untuk penggemukan dan lima ekor kambing untuk pembibitan. Jumlah tersebut menjadi tahap awal pengembangan usaha peternakan kambing di Ponpes Ketitang Cirebon.
Program fattening atau penggemukan ditujukan untuk meningkatkan nilai ekonomi ternak. Sementara itu, breeding atau pembibitan diarahkan untuk menghasilkan ternak yang sehat dan berkualitas.
Pengembangan unit usaha juga mencakup pelatihan atau training kewirausahaan peternakan bagi santri dan masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, keterampilan pengelolaan usaha peternakan diharapkan dapat diperoleh melalui pembelajaran yang bersifat langsung.
Ketifarm juga dirancang sebagai learning laboratory atau laboratorium pembelajaran peternakan. Konsep ini menjadi sarana bagi santri untuk mengenal proses pemeliharaan dan pengelolaan ternak secara langsung.
Selain kegiatan peternakan dan pembelajaran, program tersebut memiliki community empowerment atau pemberdayaan masyarakat. Program ini dilakukan melalui kolaborasi, pendampingan, dan pengembangan usaha produktif.
Kiai Zuhri mengatakan, keterkaitan antara pendidikan dan usaha produktif menjadi bagian penting dalam pengembangan peran pesantren.
“Ketika pendidikan dipadukan dengan usaha produktif, pesantren memiliki bekal yang lebih kuat untuk melayani umat,” katanya.
Modal awal pengembangan unit usaha berasal dari infak serta investasi produktif para dermawan yang memiliki kepedulian terhadap penguatan ekonomi pesantren. Dukungan tersebut menjadi bagian dari langkah awal pengembangan peternakan kambing di Pondok Pesantren Ketitang Cirebon.
Pengelolaan usaha tersebut diarahkan untuk membangun kegiatan ekonomi yang terhubung dengan pendidikan, kewirausahaan, dan pemberdayaan masyarakat.
Peternakan ini masih berada pada tahap awal pengembangan, sehingga peluang kerja sama masih terbuka bagi masyarakat, lembaga, maupun pihak lain yang memiliki perhatian terhadap pengembangan peternakan dan ekonomi pesantren. Bentuk dukungan dapat dilakukan melalui wakaf, infak, investasi produktif, maupun kerja sama pengembangan usaha.
Informasi lengkap mengenai peluang kerja sama dan dukungan pengembangan unit usaha peternakan kambing Pondok Pesantren Ketitang dapat diperoleh melalui +62 857-5912-1352 (WhatsApp Only).