Ikhbar.com: Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menyebut bahwa Pondok Buntet Pesantren Cirebon konsisten dalam mempertahankan hakikat pesantren sebagaimana diwariskan para ulama terdahulu.
Penegasan itu disampaikan saat menghadiri Malam Puncak Haul Almarhumin Sesepuh dan Warga Pondok Buntet Pesantren di halaman Masjid Agung Buntet Pesantren, Cirebon, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Pada awal sambutannya, Gus Yahya menyampaikan belasungkawa atas wafatnya KH Adib Rofiuddin Izza yang merupakan guru sekaligus Rais Syuriyah PBNU. Menurutnya, kepergian almarhum menjadi kehilangan besar bagi Buntet Pesantren dan NU.
“Saya juga ingin menyampaikan takziah atas wafatnya guru saya, Kiai Adib Rofiuddin Izza. Ini adalah kehilangan besar, bukan hanya bagi Pondok Buntet Pesantren, tetapi juga bagi NU,” ujarnya.
Baca: KH Hasanuddin Kriyani Dipilih sebagai Sesepuh Pondok Buntet Pesantren
Gus Yahya mengenang almarhum sebagai ulama yang mengabdikan hidupnya untuk membina umat dan membesarkan Nahdlatul Ulama. Ia berharap perjuangan tersebut dapat diteruskan oleh generasi berikutnya.
Dalam kesempatan itu, Gus Yahya menyampaikan Buntet Pesantren tetap menunjukkan jati diri pesantren yang sesungguhnya di tengah perkembangan ribuan pesantren di Indonesia.
Menurutnya, kekuatan pesantren tidak hanya diukur dari jumlah lembaga yang berdiri, tetapi juga dari kemampuannya menjaga tradisi keilmuan, membentuk akhlak, dan mengasuh masyarakat.
“Saya sepenuhnya bersaksi bahwa Pondok Buntet adalah salah satu pesantren yang masih menghadirkan hakikat keberadaan pesantren sebagaimana diteladankan oleh para pendahulu kita,” katanya.
Ia menambahkan, hubungan antara kiai, pesantren, dan NU merupakan satu kesatuan yang saling menguatkan. Tradisi tersebut menjadi fondasi yang menjaga keberlangsungan pesantren sekaligus memperkuat peran NU di tengah masyarakat.
Menurut Gus Yahya, salah satu karakter yang terus dijaga pesantren dan NU adalah kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Nilai tersebut diwujudkan melalui pengabdian para ulama dan santri dalam menjaga persatuan serta memberikan manfaat bagi bangsa.