THR menurut Al-Qur’an: Antara Kebahagiaan Idulfitri dan Nilai Berbagi

Dalam perspektif Islam, pemberian tidak selalu harus berbentuk uang.
Ilustrasi. Olah Digital oleh IKHBAR

 

Ikhbar.com: Menjelang Hari Raya Idulfitri, masyarakat Indonesia memiliki tradisi yang selalu dinanti, yaitu pemberian Tunjangan Hari Raya (THR). Tradisi ini tidak hanya berlangsung di lingkungan kerja antara perusahaan dan karyawan, tetapi juga dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Orang tua memberi uang kepada anak-anak, sementara kerabat saling berbagi rezeki saat bersilaturahmi pada hari Lebaran.

Istilah THR memang tidak disebut secara eksplisit dalam ajaran Islam klasik. Namun, semangat yang melatarbelakanginya selaras dengan nilai-nilai Islam, seperti berbagi kebahagiaan, mempererat silaturahmi, dan membantu sesama pada momen hari raya.

Baca: BI Siapkan Penukaran Uang Baru Lebaran 2026 Sebanyak Rp8,6 Triliun

Berbagi rezeki

Dalam Islam, berbagi rezeki merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Allah Swt memerintahkan umat Islam untuk menafkahkan sebagian harta kepada orang lain sebagai wujud kepedulian sosial.

Allah Swt berfirman:

مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ ۗوَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ

“Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti (orang-orang yang menabur) sebutir biji (benih) yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 261)

Ayat ini menunjukkan bahwa setiap pemberian kepada orang lain, sekecil apa pun, memiliki nilai besar di sisi Allah. Dalam konteks Lebaran, pemberian THR dapat dipahami sebagai bentuk sedekah atau cara berbagi kebahagiaan dengan sesama.

Baca: Lebaran Adalah Titik Mula

Menebar kebahagiaan

Idulfitri merupakan hari kemenangan setelah sebulan menjalani ibadah puasa. Pada hari tersebut, umat Islam dianjurkan menampakkan kegembiraan, saling memaafkan, dan mempererat hubungan sosial.

Tradisi THR sering menjadi sarana menghadirkan kegembiraan tersebut, terutama bagi anak-anak atau keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi.

Di dalam Al-Qur’an juga diingatkan tentang pentingnya berbagi kepada orang-orang di sekitar, terutama kepada mereka yang membutuhkan.

Allah Swt berfirman:

وَيُطْعِمُوْنَ الطَّعَامَ عَلٰى حُبِّهٖ مِسْكِيْنًا وَّيَتِيْمًا وَّاَسِيْرًا

“Mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan tawanan.” (QS. Al-Insan: 8)

Ayat ini menegaskan bahwa kepedulian sosial merupakan bagian penting dari akhlak seorang muslim. Memberi THR dapat menjadi cara sederhana untuk menumbuhkan kepedulian tersebut.

Baca: Halalbihalal, Cara Allah Perkuat Silaturahmi Penduduk Bumi

Memperkuat silaturahmi

Selain bernilai ekonomi, tradisi THR juga memiliki dimensi sosial yang kuat. Dalam budaya masyarakat Indonesia, pemberian THR sering menjadi bagian dari tradisi silaturahmi saat Lebaran.

Islam sangat menekankan pentingnya menjaga hubungan kekeluargaan dan persaudaraan.

Allah Swt berfirman:

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَّاحِدَةٍ وَّخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيْرًا وَّنِسَاۤءً ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْ تَسَاۤءَلُوْنَ بِهٖ وَالْاَرْحَامَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا

“Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakanmu dari diri yang satu (Adam) dan Dia menciptakan darinya pasangannya (Hawa). Dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.” (QS. An-Nisa: 1)

Memberikan sebagian rezeki kepada keluarga, keponakan, atau anggota keluarga yang lebih muda dapat menjadi sarana mempererat kasih sayang dalam keluarga.

Baca: Tafsir QS. An-Nur Ayat 22: Hakikat Maaf di Hari Lebaran

Tidak harus uang

Dalam praktiknya, THR sering diberikan dalam bentuk uang. Cara ini dianggap praktis karena penerima dapat menggunakannya sesuai kebutuhan. Namun, dalam perspektif Islam, pemberian tidak selalu harus berbentuk uang.

Islam menekankan nilai berbagi dan manfaat bagi penerima. Karena itu, THR juga dapat diberikan dalam bentuk lain seperti makanan, pakaian baru, paket sembako, atau hadiah yang bermanfaat.

Al-Qur’an memberikan gambaran bahwa kebaikan tidak selalu diwujudkan melalui uang, tetapi dapat hadir dalam berbagai bentuk yang bermanfaat bagi orang lain.

Allah Swt berfirman:

لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتّٰى تُنْفِقُوْا مِمَّا تُحِبُّوْنَ ۗوَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ شَيْءٍ فَاِنَّ اللّٰهَ بِهٖ عَلِيْمٌ

“Kamu sekali-kali tidak akan memperoleh kebajikan (yang sempurna) sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Apa pun yang kamu infakkan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui tentangnya.” (QS. Ali Imran: 92)

Ayat ini menunjukkan bahwa inti pemberian terletak pada keikhlasan berbagi sesuatu yang bernilai bagi diri kita, bukan pada jumlah atau bentuknya.

Dalam kondisi tertentu, pemberian dalam bentuk barang bahkan dapat lebih bermanfaat. Misalnya memberikan pakaian baru kepada anak-anak, makanan kepada keluarga yang membutuhkan, atau paket kebutuhan pokok bagi masyarakat kurang mampu.

Karena itu, THR tidak harus selalu berupa uang selama tujuan utamanya tetap terjaga, yaitu menghadirkan kebahagiaan dan membantu sesama pada hari raya.

Baca: Riset: Rasa Syukur Bisa Perpanjang Umur

Wujud syukur atas nikmat

Lebaran juga menjadi momentum untuk mensyukuri nikmat yang diberikan Allah Swt. Salah satu wujud syukur adalah berbagi kepada orang lain.

Allah Swt berfirman:

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

“(Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras.” (QS. Ibrahim: 7)

Memberikan THR dapat menjadi ungkapan syukur atas rezeki yang dimiliki. Melalui berbagi, kebahagiaan dapat dirasakan bersama.

Baca: Hukum Pamer Sedekah di Medsos

Menjaga niat

Meski tradisi THR membawa banyak manfaat, Islam mengajarkan agar setiap perbuatan dilandasi niat yang baik. Pemberian sebaiknya dilakukan dengan ikhlas, bukan untuk mengikuti kebiasaan atau menunjukkan status sosial.

Jika dilandasi niat berbagi dan mempererat persaudaraan, tradisi THR dapat menjadi amal kebaikan yang bernilai ibadah.

Tradisi THR yang berkembang di masyarakat Indonesia selaras dengan ajaran Islam tentang berbagi, kepedulian sosial, dan mempererat silaturahmi. Meski tidak disebut secara langsung dalam syariat, semangatnya memiliki landasan kuat dalam nilai-nilai Al-Qur’an.

Selama dilakukan dengan niat yang baik dan tidak berlebihan, tradisi ini dapat menjadi cara menebarkan kebahagiaan dan keberkahan pada momen Idulfitri.

Lebaran juga menjadi kesempatan memperluas kebahagiaan kepada orang lain melalui sikap saling berbagi.

Ikuti dan baca artikel kami lainnya di Google News.