Kemenag Ajak Santri Kirim Surat ke Presiden, Yuk Simak Caranya!

Ilustrasi santri. Foto: Kemenag

Ikhbar.com: Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama (Kemenag) membuka Sayembara “Surat Santri untuk Presiden” sebagai bagian dari rangkaian Hari Santri 2026. Sayembara ini menjadi kesempatan bagi santri untuk menyampaikan gagasan, harapan, dan pesan kepada Presiden RI melalui karya surat.

Direktur Jenderal Pesantren Kemenag, KH Basnang Said mengatakan, sayembara tersebut menjadi ruang bagi santri untuk menyampaikan pandangan mengenai berbagai persoalan bangsa dan masa depan Indonesia.

“Santri tidak hanya menjadi bagian dari sejarah bangsa, tetapi juga memiliki gagasan tentang Indonesia ke depan. Melalui surat ini, kami ingin memberikan ruang kepada santri untuk menyampaikan suara, harapan, dan gagasannya secara langsung kepada Presiden,” ujar Kiai Basnang di Jakarta, Minggu, 27 September 2026.

Ia menjelaskan, tradisi menulis memiliki posisi penting dalam kehidupan pesantren. Melalui sayembara tersebut, santri diharapkan dapat menuangkan pikiran dan aspirasi mereka melalui tulisan yang personal dan komunikatif.

“Kami ingin melihat bagaimana santri membaca zaman, melihat persoalan bangsa, sekaligus menawarkan harapan dan gagasan dari perspektif mereka,” katanya.

Baca: Rangkaian Hari Santri 2026

Kasubdit Pendidikan Salafiyah dan Kajian Kitab Kuning, Ny. Hj. Yusi Damayanti menjelaskan, peserta dapat memilih salah satu dari tiga tema yang telah ditentukan.

Tema Sayembara

  • Aspirasi tentang Pendidikan
  • Kepedulian terhadap Lingkungan
  • Harapan untuk Kesejahteraan Rakyat

Peserta juga perlu memperhatikan sejumlah ketentuan dalam penulisan dan pengiriman karya.

Ketentuan Karya

  • Surat maksimal 700 kata atau dua halaman A4.
  • Surat ditulis tangan menggunakan pulpen berwarna hitam atau biru.
  • Naskah dipindai dan dikirim dalam format PDF.
  • Karya harus merupakan karya asli peserta dan bukan hasil plagiasi.
  • Karya belum pernah menjadi juara pada kompetisi lain.

Cara Pengiriman

Pengiriman karya dilakukan secara daring melalui email harisantri2026@kemenag.go.id pada 25 September sampai 2 Oktober 2026.

Peserta wajib mengirimkan:

  •  Data diri
  • Identitas pesantren
  • Nomor WhatsApp peserta dan/atau guru atau pembina santri
  • Pilihan tema
  • Naskah surat dalam format PDF
  • Pernyataan keaslian karya

“Pengiriman karya dilakukan secara daring melalui email, harisantri2026@kemenag.go.id pada 25 September sampai 2 Oktober 2026. Peserta mengirimkan data diri, identitas pesantren, nomor WhatsApp peserta dan/atau guru atau pembina santri, pilihan tema, naskah surat dalam format PDF, serta pernyataan keaslian karya,” jelas Yusi.

Para pemenang Sayembara “Surat Santri untuk Presiden” akan mendapatkan kesempatan menghadiri Malam Bhakti Santri untuk Negeri. Kegiatan tersebut menjadi malam puncak peringatan Hari Santri 2026.

Malam Bhakti Santri untuk Negeri akan mengundang Presiden RI, Prabowo Subianto.

Ikuti dan baca artikel kami lainnya di Google News.