Silaturahmi tidak Harus Menunggu Idulfitri

Ilustrasi halalbihalal. Dok SHUTTERSTOCK

Ikhbar.com: Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, KH Fahmi Amrullah Hadziq menegaskan bahwa silaturahmi tidak harus menunggu Idulfitri. Berbagai kegiatan keagamaan dan pertemuan masyarakat dapat menjadi sarana untuk menyambung hubungan dengan keluarga, kerabat, dan sesama.

Pesan tersebut disampaikan Kiai Fahmi saat mengisi Ngaji At-Tibyan fî Nahyi ‘an Muqatha’atil Arham wal Aqarib wal Ikhwan dalam acara Haul Ki Gede Japura, Kiai Hasan Mutohar, sesepuh, dan almarhumin warga Japura di halaman Masjid Nurul Islah Japura Kidul, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Menurut Kiai Fahmi, silaturahmi merupakan salah satu bentuk ibadah dalam Islam. Ibadah tidak hanya diwujudkan melalui salat dan puasa, tetapi juga melalui upaya menjaga hubungan kekerabatan.

Baca: Halalbihalal, Cara Allah Perkuat Silaturahmi Penduduk Bumi

“Silaturahmi itu mennyambung sanak saudara. Ibadah itu bukan hanya salat, puasa. Ibadah itu macam-macam. Di antaranya adalah menyambung silaturahmi,” ujar Kiai Fahmi.

Pengasuh Ponpes Tebuireng Jombang, KH Fahmi Amrullah Hadziq saat memberikan mauizah dalam acara Haul Ki Gede Japura. Foto: Ikhbar/FSJ

Ia menjelaskan, kitab At-Tibyan ditulis oleh Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari karena melihat besarnya potensi perpecahan di tengah umat Islam. Untuk itu, menjaga hubungan antarsesama menjadi bagian penting dalam kehidupan umat.

“Kitab ini ditulis karena melihat potensi perpecahan di Islam itu besar,” katanya.

Kiai Fahmi menyebut berbagai kegiatan keagamaan dapat menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi. Pertemuan dalam kegiatan tersebut memungkinkan masyarakat saling bertemu, berkomunikasi, dan menjaga hubungan yang telah terjalin.

“Untuk nyambung silaturahmi itu banyak caranya. Ini masuk bulan maulid, nanti acara muludan itu banyak, itu cara untuk menyambung silaturahmi,” tuturnya.

Dalam kajiannya, Kiai Fahmi membacakan QS. An-Nisa: 1:

وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

Ia menjelaskan bahwa ayat tersebut memuat perintah untuk bertakwa kepada Allah Swt sekaligus menjaga hubungan kekerabatan.

Ia juga menyoroti perubahan pola silaturahmi di tengah perkembangan teknologi. Menurutnya, komunikasi secara daring memang dapat menjadi sarana menjaga hubungan, tetapi pertemuan secara langsung memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk saling mengenal lebih dekat.

“Kalau kita bisa silaturahmi secara langsung seperti acara ini, maka ini bagus. Karena banyak sekarang silaturahmi online. Silaturahmi secara langsung bisa kenal secara langsung,” katanya.

Karena itu, ia mengajak masyarakat memperbanyak ruang pertemuan yang dapat mempererat hubungan dengan keluarga dan sesama.

“Makanya, harus lebih banyak nyambung silaturahmi dengan siapa pun,” ujar Kiai Fahmi.

Kajian tersebut menjadi bagian dari rangkaian Haul Ki Gede Japura, Kiai Hasan Mutohar, sesepuh, dan almarhumin warga Japura dengan tema “Merawat Sejarah, Mempererat Ukhuwah, Meraih Berkah.”

Ikuti dan baca artikel kami lainnya di Google News.