Ikhbar.com: Anggota Komisi VIII DPR RI, Dr. KH Maman Imanulhaq menerima Imam Jazuli Award sebagai Tokoh Inspiratif dan Berpengaruh di Jawa Barat dalam peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Ballroom Hotel Aston Cirebon, Kamis, 22 Oktober 2026.
Penghargaan yang diterima Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mizan Majalengka tersebut diberikan dalam acara yang diselenggarakan Imam Jazuli Foundation dan dihadiri sekitar 1.000 tokoh pesantren dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Penghargaan itu menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi tokoh dalam bidang keagamaan, pendidikan, sosial kemasyarakatan, kebangsaan, dan pemberdayaan masyarakat. Kiai Maman menjadi salah satu dari 17 tokoh yang tercantum dalam daftar penerima penghargaan tersebut.
Kiai Maman memandang penghargaan itu sebagai amanah untuk memperluas pengabdian kepada masyarakat. Ia menegaskan, santri perlu mengambil peran aktif dalam menghadapi perubahan zaman dengan tetap berpegang pada nilai-nilai pesantren.
“Saya menerima penghargaan ini bukan sebagai pencapaian pribadi, tetapi sebagai amanah untuk terus mengabdi. Santri hari ini harus mampu hadir di tengah masyarakat, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi tetap berpijak pada nilai-nilai pesantren: keikhlasan, kedisiplinan, kemanusiaan, dan pengabdian,” ujar Kiai Maman.
Kiai Maman menilai, Hari Santri Nasional perlu menjadi momentum untuk memperluas keterlibatan santri dalam berbagai bidang kehidupan. Menurutnya, santri memiliki peluang untuk berkontribusi dalam pendidikan, ekonomi, politik kebangsaan, teknologi, lingkungan, hingga pemberdayaan masyarakat.
Baca: 1.000 Tokoh Se-Jabar Kumpul di Cirebon Rayakan Hari Santri 2026
“Santri tidak boleh hanya menjadi penonton perubahan. Santri harus menjadi bagian dari perubahan itu sendiri, di bidang pendidikan, ekonomi, politik kebangsaan, teknologi, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat,” katanya.
Ia menjelaskan, pesantren memiliki modal sosial dan moral yang dapat menjadi bekal santri dalam menghadapi perkembangan zaman. Tradisi keilmuan yang disertai pendidikan akhlak dinilai penting untuk membentuk generasi yang mampu membawa nilai-nilai pesantren ke ruang publik.
“Pesantren mengajarkan ilmu sekaligus akhlak. Karena itu, santri harus mampu membawa nilai-nilai tersebut ke ruang publik dan menjadikannya energi untuk membangun Indonesia yang lebih adil, maju, dan berkeadaban,” tambahnya.
Bagi Kiai Maman, pengabdian santri perlu diwujudkan melalui keterlibatan langsung dalam kehidupan masyarakat. Dengan bekal ilmu dan akhlak, santri diharapkan mampu menjawab persoalan sosial sekaligus berkontribusi dalam pembangunan bangsa.
Pendiri Imam Jazuli Foundation, KH Imam Jazuli mengatakan, penghargaan tersebut diberikan untuk mengapresiasi tokoh yang telah berkontribusi kepada masyarakat. Ia berharap peringatan Hari Santri menjadi ruang untuk menghormati pengabdian sekaligus memperkenalkan keteladanan para tokoh kepada generasi muda.
“Kami ingin Hari Santri tidak hanya menjadi momentum seremonial, tetapi menjadi ruang untuk memberikan penghormatan kepada para tokoh yang selama ini bekerja, mengabdi, dan memberikan inspirasi bagi masyarakat. Imam Jazuli Award adalah apresiasi atas dedikasi mereka,” kata Kiai Imam Jazuli.
Ia menambahkan, sejarah panjang keterlibatan santri dalam perjalanan bangsa perlu diteruskan melalui karya dan pengabdian yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
“Santri harus percaya diri mengambil peran di semua ruang kehidupan. Pesantren memiliki tradisi ilmu, akhlak, kemandirian, dan pengabdian yang sangat relevan untuk menjawab tantangan zaman. Karena itu, santri harus terus bergerak, berkarya, dan memberi manfaat,” ujarnya.
Kiai Imam Jazuli berharap, penghargaan tersebut dapat menginspirasi generasi muda untuk meneruskan perjuangan ulama dan santri melalui berbagai bidang pengabdian.
Peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang diselenggarakan Imam Jazuli Foundation mempertemukan ulama, pengasuh pesantren, pendidik, aktivis sosial, dan tokoh masyarakat dari berbagai daerah di Jawa Barat. Kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus refleksi mengenai peran pesantren di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi.
Direktur Imam Jazuli Foundation, Ning Hj. Imtiyaz Zay Balqis menyampaikan, pihaknya berencana membangun sinergi dengan para penerima penghargaan untuk mengembangkan gagasan dan memperluas kontribusi mereka di tengah masyarakat.
“Ke depan, kita akan bersinergi dengan para tokoh ini untuk mengelaborasi dan mengembangkan gagasan serta perjuangan yang telah mereka lakukan, baik dalam bidang transformasi, ekologi, maupun kesetaraan gender,” ujarnya.
Melalui Imam Jazuli Award, penyelenggara memberikan apresiasi kepada tokoh-tokoh yang dinilai berkontribusi dalam berbagai bidang. Penghargaan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang menyoroti keterlibatan tokoh pesantren dalam kehidupan masyarakat dan kebangsaan.
Berikut daftar 17 tokoh yang tercantum sebagai penerima Imam Jazuli Award dalam kategori Tokoh Inspiratif dan Berpengaruh di Jawa Barat:
- Dr. KH Cucun Ahmad Syamsurijal
- Dr. KH.Maman Imanulhaq, M.M.
- KH.Dedi Wahidi, S.Pd.
- KH.Juhadi Muhammad, S.H.
- Prof. Dr. KH Abun Bunyamin
- KH Hasan Nuri Hidayatullah
- Prof. Dr. Rokhmin Dahuri
- KH Muhammad Nuh Addawami
- H. Addin Jauharudin
- KH Muhammad Cholil Nafis, Lc., M.A., Ph.D.
- Prof. Dr. KH. Asrorun Ni’am
- Dr. KH Husein Muhammad
- Dr. Rina Saadah, Lc., M.Si.
- Nyai Hj. Masriyah Amva
- Dr. KH. Jujun Junaedi
- Drs. H. Imron Rosyadi, M.Ag.
- KH. Musthofa Aqil Siroj