Ikhbar.com: Presiden induk sepak bola dunia (FIFA) Gianni Infantino menyatakan Iran tetap dijadwalkan tampil di Piala Dunia 2026 meski situasi kawasan Timur Tengah masih memanas akibat konflik yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran di Teluk Persia.
Pernyataan itu memperlihatkan FIFA masih membuka jalan bagi wakil Asia tersebut untuk ambil bagian di turnamen terbesar sepak bola dunia.
Infantino menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Forum Invest in America CNBC di Washington, Amerika Serikat, pada Selasa, 14 April 2026 waktu setempat atau Rabu, 15 April 2026 dini hari WIB.
Baca: Presiden Meksiko: FIFA Tolak Permintaan Timnas Iran Pindahkan Laga Piala Dunia 2026
“Timnas Iran pasti akan datang. Kami berharap pada saat kick off Piala Dunia 2026, tentu saja, situasinya akan damai. Itu pasti akan membantu,” kata Infantino.
Ia juga menilai kehadiran Iran di ajang tersebut penting karena tim nasional mewakili negaranya dan telah memastikan tiket lolos ke putaran final.
“Tetapi Iran harus datang, tentu saja. Mereka mewakili rakyat mereka. Mereka telah lolos kualifikasi. Para pemain ingin bermain,” ujar Infantino.
Presiden FIFA asal Swiss itu mengungkapkan dirinya baru saja mengunjungi pusat latihan tim nasional Iran di Antalya, Turki. Dalam kunjungan tersebut, para pemain disebut menyampaikan keinginan kuat untuk berlaga di Piala Dunia 2026.
“Mereka harus bermain di Piala Dunia 2026, olahraga seharusnya berada di luar politik,” ucap Infantino.
“Kita memang tidak tinggal di bulan, kita tinggal di planet bumi, tetapi jika tidak ada yang percaya dalam membangun jembatan dan menjaganya tetap utuh dan bersatu, maka kami melakukan itu,” imbuhnya.
Mengacu pada agenda FIFA, delegasi Iran dijadwalkan tiba di lokasi pemusatan latihan Piala Dunia 2026 di Tucson, Arizona, paling lambat 10 Juni 2026. Sampai saat ini belum ada kepastian resmi terkait kedatangan skuad Iran.
Sebelumnya, Menteri Olahraga Iran menyebut tim nasional negaranya belum tentu ikut serta dalam Piala Dunia 2026. Iran dikabarkan enggan memainkan pertandingan di wilayah Amerika Serikat dan lebih memilih bertanding di Meksiko.
Permintaan tersebut tidak disetujui FIFA. Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum turut mengonfirmasi bahwa usulan Iran untuk hanya bermain di Meksiko telah ditolak federasi sepak bola dunia itu.