Prof. Rokhmin Minta Data Penerima Bansos Lebih Akurat

Ilustrasi bansos. Dok. Canva

Ikhbar.com: Anggota Komisi IV DPR RI Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, M.S meminta data penerima bantuan sosial (bansos) harus benar dan terus diperbarui. Menurutnya, ketepatan data menjadi bagian penting agar bantuan pemerintah diterima masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Prof. Rokhmin menilai, sistem desil dapat membantu pemerintah menentukan kelompok masyarakat yang membutuhkan bantuan. Sistem tersebut dapat berjalan dengan baik selama data yang digunakan benar dan sesuai dengan kondisi masyarakat.

“Kalau datanya benar, sistem desil sebenarnya baik karena dapat membantu pemerintah menentukan siapa yang memang membutuhkan bantuan,” ujar Prof. Rokhmin usai mengisi khutbah selepas Salat Subuh berjemaah, Senin, 17 Agustus 2026, di Masjid Nurul Huda, Jalan Cipto MK, Kesambi, Kota Cirebon.

Prof. Rokhmin menegaskan data masyarakat perlu diperiksa dan diperbarui secara berkala. Perubahan kondisi ekonomi seseorang dapat membuat status penerima bantuan berubah sehingga data harus mengikuti keadaan terbaru.

Baca: Prof. Rokhmin: Masyarakat masih Sulit Cari Kerja

“Kalau datanya tidak akurat, tentu akan berpengaruh terhadap ketepatan sasaran bantuan. Karena itu, data harus terus diperbaiki dan pengawasannya juga perlu diperkuat,” katanya.

Menurut Prof. Rokhmin, persoalan data tidak dapat dipisahkan dari upaya mengatasi kemiskinan. Ia juga menilai kemiskinan perlu dilihat berdasarkan kondisi nyata masyarakat, bukan hanya melalui angka statistik.

“Kalau garis kemiskinannya menggunakan standar yang lebih tinggi, tentu gambaran mengenai kondisi masyarakat miskin juga akan berbeda. Karena itu, persoalan kemiskinan tidak bisa hanya dilihat dari satu angka statistik,” ujarnya.

Prof. Rokhmin mengatakan, masyarakat masih menghadapi kesulitan mencari pekerjaan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan ekonomi masih membutuhkan perhatian.

“Di berbagai tempat, kita masih melihat masyarakat yang kesulitan mencari pekerjaan. Banyak juga yang membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ini menunjukkan bahwa masih ada persoalan ekonomi yang perlu kita selesaikan bersama,” katanya.

Persoalan tersebut juga dirasakan masyarakat Cirebon. Ia mengatakan masyarakat masih menghadapi kesulitan mendapatkan pekerjaan dan mencukupi kebutuhan sehari-hari.

“Di Cirebon, masyarakat masih merasakan sulitnya mencari pekerjaan. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari juga tidak mudah,” tuturnya.

Ia menilai, pemerintah perlu membuka ruang yang lebih besar bagi investasi dan kegiatan usaha agar kesempatan kerja dapat bertambah. Pembangunan ekonomi juga perlu tetap memperhatikan lingkungan.

Ia menilai kebijakan ekonomi perlu berjalan sejalan dengan perlindungan lingkungan. Dengan demikian, kegiatan usaha dapat berkembang tanpa mengabaikan kondisi lingkungan.

Prof. Rokhmin juga menyebut kualitas pemimpin menjadi bagian penting dalam menentukan arah pembangunan. Presiden, menteri, kepala daerah, dan DPR memiliki tanggung jawab terhadap kebijakan yang dibuat.

“Kalau ditanya mengapa kondisi seperti ini terjadi, menurut saya salah satu faktor pentingnya adalah kepemimpinan. Presiden, menteri, kepala daerah maupun DPR memiliki tanggung jawab dalam menentukan arah pembangunan,” ujarnya.

Prof. Rokhmin berharap, masyarakat memilih pemimpin berdasarkan kemampuan dan integritas. Menurutnya, masyarakat perlu mengenali kualitas calon pemimpin sebelum menentukan pilihan.

“Jangan sampai pilihan politik hanya didasarkan pada kepentingan sesaat. Masyarakat perlu melihat kapasitas dan integritas calon pemimpin,” katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap bekerja keras dan meningkatkan kualitas diri.

“Kita tentu berharap mendapatkan pemimpin yang baik, tetapi kita juga harus memperbaiki diri. Kita harus bekerja keras,” ujarnya.

Prof. Rokhmin berharap, masyarakat tidak mudah dipengaruhi kepentingan materi ketika menentukan pilihan politik pada masa mendatang.

“Saya menyampaikan ini bukan karena marah. Saya ingin mencari teman untuk bersama-sama memperbaiki keadaan. Pada 2029 nanti, jangan sampai masyarakat mudah dipengaruhi atau disuap,” katanya.

Prof. Rokhmin menegaskan, dirinya turun ke masyarakat untuk menjalankan tanggung jawab sebagai wakil rakyat.

“Kalau saya bekerja dan turun ke masyarakat, bukan semata-mata karena ingin dipilih kembali. Saya ingin menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya,” kata Prof. Rokhmin.

Ikuti dan baca artikel kami lainnya di Google News.