Ikhbar.com: KOPRI PB PMII menutup Sekolah Kader KOPRI Nasional (SKKN) III sebagai langkah strategis mencetak pemimpin perempuan berakar komunitas dan berdaya saing global.
Penutupan kegiatan berlangsung di Asrama Haji pada Senin, 23 Februari 2026. Forum ini mempertemukan kader perempuan dari berbagai daerah dalam ruang belajar intensif, konsolidasi gagasan, serta penguatan perspektif kebangsaan dan kepemimpinan.
Ketua Kaderisasi Nasional KOPRI PB PMII, Dewi Avivah, menekankan pentingnya penguatan kapasitas intelektual kader perempuan sebagai fondasi gerakan.
“Diharapkan lahir kader-kader perempuan dengan ‘dosis’ pengetahuan nasional yang kuat yakni kader yang memahami konstruksi kebijakan publik, dinamika sosial-politik kebangsaan, hingga isu-isu strategis yang memengaruhi arah pembangunan Indonesia,” ujarnya.
Baca: PB KOPRI Gelar SKKN III, Siapkan Kader Perempuan Masa Depan
Harapannya, kata Dewi, bekal tersebut mampu mengejawantahkan gerakan perempuan dalam kerja-kerja nyata yang berpihak pada nilai keadilan, kesetaraan, dan kemanusiaan.
Rangkaian SKKN III saat ini masih memasuki tahap in class atau pembelajaran kelas yang berfokus pada pendalaman materi ideologis, kepemimpinan transformatif, perspektif gender, dan tantangan global kontemporer. Tahap ini ditujukan untuk memperkuat kerangka berpikir sekaligus karakter kepemimpinan kader perempuan.
Setelah sesi kelas, program dilanjutkan melalui agenda out class atau luar kelas yang dirancang untuk memperluas jejaring strategis lintas sektor. Tahapan ini diharapkan mempertemukan kader dengan berbagai aktor penting serta meningkatkan kemampuan mereka merespons isu global secara adaptif.
Ketua KOPRI PB PMII, Wulan Sari, menegaskan bahwa SKKN III merupakan investasi jangka panjang dalam menyiapkan kepemimpinan perempuan Indonesia.
“SKKN III adalah ruang strategis untuk meneguhkan kembali identitas kader perempuan PMII sebagai agen transformasi,” kata Wulan.
Pihaknya ingin kader KOPRI tidak hanya kuat secara ideologi dan kapasitas intelektual, tetapi juga memiliki keberanian moral untuk hadir di tengah masyarakat, menjawab persoalan riil, serta membangun jejaring global tanpa kehilangan akar komunitasnya.
Tema “Future Leaders, Rooted in Community, Connected Globally” disebut mencerminkan arah gerak organisasi dalam melahirkan pemimpin perempuan yang berpijak pada nilai lokal dan kebangsaan, sekaligus mampu berkontribusi dalam ruang global.
KOPRI PB PMII menegaskan proses kaderisasi berlanjut melalui kerja nyata di tengah masyarakat, sebagai implementasi dari nilai-nilai yang telah diperoleh selama program berlangsung.