5 Pilihan Sekolah untuk Anak Rekomendasi Al-Qur’an

Ilustrasi. Olah Digital oleh IKHBAR

Ikhbar.com: Memilih sekolah untuk anak merupakan salah satu tanggung jawab penting setiap orang tua. Keputusan tersebut akan memengaruhi proses belajar sekaligus pembentukan karakter anak dalam jangka panjang.

Sekolah menjadi tempat memperoleh ilmu pengetahuan sekaligus membentuk keimanan, akhlak, dan kepribadian melalui lingkungan serta budaya yang diterapkan setiap hari. Karena itu, orang tua perlu mempertimbangkan pilihan sekolah secara matang agar sesuai dengan kebutuhan dan potensi anak.

Al-Qur’an memuat banyak petunjuk yang dapat dijadikan pedoman dalam mendidik generasi. Meski tidak menguraikan kriteria sekolah secara khusus, Al-Qur’an menghadirkan prinsip-prinsip pendidikan yang dapat menjadi acuan bagi orang tua dalam menentukan lingkungan belajar anak.

Berpegang pada prinsip-prinsip tersebut dapat membantu orang tua memilih lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan anak dari sisi spiritual, intelektual, maupun sosial.

Berikut lima tips memilih sekolah sesuai anjuran Al-Qur’an:

Baca: Tafsir QS. Al-Mujadalah Ayat 11: Tiga Tips Orang Tua Murid Sambut Tahun Ajaran Baru

Menguatkan iman dan takwa

Lingkungan sekolah memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan keimanan anak. Sekolah yang membiasakan peserta didik beribadah, mempelajari Al-Qur’an, serta menanamkan nilai tauhid dapat membantu orang tua menjalankan amanah pendidikan.

Anjuran ini seperti yang tertuang dalam QS. At-Tahrim: 6. Allah Swt berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar dan keras. Mereka tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepadanya dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”

Imam Ibn Katsir dalam Tafsir Al-Qur’an al-‘Azhim menjelaskan bahwa ayat tersebut berisi perintah kepada setiap kepala keluarga untuk mendidik anggota keluarganya agar taat kepada Allah. Menurutnya, menjaga keluarga dari api neraka dilakukan dengan mengajarkan ilmu agama, membimbing mereka dalam ketaatan, serta menjauhkan mereka dari perbuatan maksiat.

Karena itu, orang tua perlu memilih sekolah yang membiasakan ibadah, menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta menghadirkan lingkungan religius yang mendukung penguatan iman dan takwa anak.

Baca: 5 Tips Anti-Bullying di Sekolah dari Al-Qur’an

Menanamkan akhlak mulia

Pendidikan yang baik menghasilkan anak yang cerdas sekaligus berakhlak mulia. Sikap jujur, amanah, disiplin, santun, dan bertanggung jawab perlu dibangun sejak usia dini melalui lingkungan sekolah. Hal ini sejalan dengan QS. Al-Qalam: 4. Allah Swt berfirman:

وَاِنَّكَ لَعَلٰى خُلُقٍ عَظِيْمٍ

“Sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang agung.”

Dalam Tafsir Al-Mishbah, Prof. Dr. KH Muhammad Quraish Shihab menjelaskan bahwa akhlak Rasulullah Saw menjadi teladan utama bagi seluruh umat Islam. Pendidikan yang baik bertujuan menyampaikan ilmu sekaligus membentuk karakter peserta didik agar mencerminkan nilai-nilai luhur Islam.

Oleh sebab itu, orang tua perlu memperhatikan budaya sekolah, keteladanan guru, serta program pembinaan karakter yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca: Doa agar Anak Tetap Rajin selama Libur Sekolah

Kualitas ilmu dan guru

Guru merupakan sosok yang berperan penting dalam proses pendidikan. Selain memiliki kompetensi akademik, guru juga menjadi teladan dalam sikap, perilaku, dan cara berinteraksi dengan peserta didik. Anjuran ini seperti yang tertuang dalam QS. Az-Zumar: 9. Allah Swt berfirman:

اَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ اٰنَاۤءَ الَّيْلِ سَاجِدًا وَّقَاۤىِٕمًا يَّحْذَرُ الْاٰخِرَةَ وَيَرْجُوْا رَحْمَةَ رَبِّهٖۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِى الَّذِيْنَ يَعْلَمُوْنَ وَالَّذِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ ۗ اِنَّمَا يَتَذَكَّرُ اُولُوا الْاَلْبَابِ

“(Apakah orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah pada waktu malam dalam keadaan bersujud, berdiri, takut pada (azab) akhirat, dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah (Nabi Muhammad), ‘Apakah sama orang-orang yang mengetahui (hak-hak Allah) dengan orang-orang yang tidak mengetahui (hak-hak Allah)?’ Sesungguhnya hanya ululalbab (orang yang berakal sehat) yang dapat menerima pelajaran.”

Dalam Tafsir Al-Munir, Syekh Wahbah Az-Zuhaili menjelaskan bahwa ayat tersebut menunjukkan kemuliaan orang yang memiliki ilmu dan mengamalkannya. Ilmu mengangkat derajat manusia serta membimbingnya menuju kehidupan yang lebih baik.

Karena itu, orang tua sebaiknya memilih sekolah yang memiliki tenaga pendidik berkualitas, mampu menjadi teladan, serta menerapkan keseimbangan antara ilmu agama, ilmu pengetahuan, dan pengembangan keterampilan.

Baca: Kritik Nabi Ibrahim untuk Kaum Ayah

Lingkungan positif

Lingkungan pergaulan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi perkembangan karakter anak. Sekolah yang menghadirkan suasana aman, nyaman, dan budaya saling menghormati akan membantu anak berkembang dengan baik. Kriteria ini seperti yang tercantum dalam QS. Al-Kahfi: 28. Allah Swt berfirman:

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَدٰوةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيْدُوْنَ وَجْهَهٗ وَلَا تَعْدُ عَيْنٰكَ عَنْهُمْۚ تُرِيْدُ زِيْنَةَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَاۚ وَلَا تُطِعْ مَنْ اَغْفَلْنَا قَلْبَهٗ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوٰىهُ وَكَانَ اَمْرُهٗ فُرُطًا

“Bersabarlah engkau (Nabi Muhammad) bersama orang-orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan petang hari dengan mengharap keridaan-Nya. Janganlah kedua matamu berpaling dari mereka karena mengharapkan perhiasan kehidupan dunia. Janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami serta menuruti hawa nafsunya dan keadaannya melewati batas.”

Dalam Tafsir fi Zhilalil Qur’an, Sayid Qutb menjelaskan bahwa ayat tersebut mengajarkan pentingnya berada di lingkungan orang-orang saleh karena lingkungan sangat memengaruhi pembentukan kepribadian seseorang.

Karena itu, orang tua perlu memperhatikan budaya sekolah, pergaulan antarpeserta didik, kebijakan terhadap perundungan, serta komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat.

Baca: Menyambut Tahun Ajaran Baru, Teladan Ulama Terdahulu

Sesuai potensi anak

Setiap anak memiliki kemampuan, minat, dan bakat yang berbeda. Karena itu, pemilihan sekolah perlu mempertimbangkan potensi tersebut agar anak dapat berkembang secara optimal sesuai karakter dan kemampuannya. Anjuran ini selaras dengan QS. Ali Imran: 159. Allah Swt berfirman:

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ لِنْتَ لَهُمْ ۚ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيْظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوْا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى الْاَمْرِۚ فَاِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِيْنَ

“Maka, berkat rahmat Allah engkau (Nabi Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Seandainya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka akan menjauh dari sekitarmu. Oleh karena itu, maafkanlah mereka, mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam segala urusan (penting). Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal.”

Dalam Tafsir At-Tahrir wa at-Tanwir, Syekh Muhammad Thahir Ibnu ‘Asyur menjelaskan bahwa ayat tersebut menegaskan pentingnya musyawarah dalam proses pengambilan keputusan yang bijaksana, kemudian diikuti sikap bertawakal kepada Allah setelah ikhtiar dilakukan.

Prinsip tersebut dapat diterapkan saat memilih sekolah bagi anak. Orang tua perlu mengenali kebutuhan dan potensi anak, berdiskusi dengan pasangan serta anak, mencari informasi secara menyeluruh, kemudian memohon petunjuk kepada Allah agar diberikan pilihan yang terbaik.

Ikuti dan baca artikel kami lainnya di Google News.