Ikhbar.com: Juru bicara Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengungkap bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan tujuh klaim palsu hanya dalam rentang satu jam terkait konflik dan perundingan antara Washington dengan Teheran. Pernyataan itu muncul saat isu blokade dan akses pelayaran di Selat Hormuz kembali memanas.
Ghalibaf menilai sejumlah unggahan Trump di media sosial tidak mencerminkan situasi sebenarnya. Dalam pernyataannya, Trump mengklaim ada perkembangan penting dalam negosiasi dengan Iran menjelang berakhirnya masa gencatan senjata.
“Presiden Amerika Serikat membuat tujuh klaim dalam satu jam, ketujuh-tujuhnya adalah palsu,” kata Ghalibaf dalam unggahannya di X, dikutip pada Sabtu, 18 April 2026.
Baca: Iran Ancam Tutup Lagi Selat Hormuz jika Blokade AS Berlanjut
“Mereka tidak memenangi perang dengan kebohongan-kebohongan ini, dan mereka tentunya tidak akan mendapatkan apapun dari negosiasi. Dengan berlanjutnya blokade, Selat Hormuz tetap tidak akan dibuka,” kata Ghalibaf menambahkan.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran, Sayed Abbas Araghchi menyampaikan jalur pelayaran Hormuz telah “dibuka sepenuhnya” bagi kapal komersial selama sisa masa gencatan senjata. Namun, akses tersebut hanya berlaku untuk rute yang telah dikoordinasikan dengan otoritas Iran.
Iran juga menyoroti blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan mereka. Sementara itu, Trump melalui akun Truth Social menyatakan blokade tetap berlaku penuh sampai tercapai apa yang ia sebut sebagai transaksi final dengan Teheran.
Pihak Iran menegaskan, apabila tekanan tersebut terus berlangsung, penutupan kembali Selat Hormuz dapat dilakukan.
Berikut daftar 7 klaim Trump yang disebut Palsu Iran:
- Iran setuju untuk tidak pernah lagi menutup Selat Hormuz. “Iran telah setuju untuk tidak lagi menutup Selat Hormuz. (Selat) Itu tidak akan lagi digunakan sebagai senjata melawan Dunia! President Donald J. Trump.”
- Kesepakatan gencatan senjata tidak terkait dengan Lebanon. “Lagi! Kesepakatan ini tidak terikat, dalam bentuk apapun, dengan Lebanon, tapi kami akan, Membuat Lebanon Hebat Kembali!”
- Iran memindahkan ranjau-ranjau laut dengan bantuan AS. “Iran, dengan bantuan dari AS telah memindahkan, atau sedang memindahkan semua ranjau laut! Terima kasih! Presiden DJT.”
- AS akan mengambil ‘debu nuklir’ Iran. “Amerika Serikat akan mengambil semua ‘Debu’ Nuklir, yang dibuat oleh pesawat pengebom B2 kita yang hebat – tidak akan ada uang yang ditukar dalam cara atau bentuk apapun. Kesepakatan-kesepakatannya ini tidak termasuk dengan Lebanon, juga, tapi AS akan, secara terpisah, bekerja dengan Lebanon, dan berurusan dengan situasi Hizbullah dengan cara yang patut. Israel tidak akan lagi mengebom Lebanon. Mereka dilarang melakukan itu oleh AS. Cukup sudah cukup!!! Terima kasih! Presiden DJT.”
- Selat (Hormuz) dibuka tapi blokade berlanjut hingga perundingan selesai. “Selat Hormuz sepenuhnya dibuka dan siap untuk bisnis dan perlintasan penuh, tetapi blokade maritim akan tetap dalam kekuatan penuh dan tetap berlaku untuk Iran, hanya, hingga waktu sebagaimana transaksi kami dengan Iran 100 persen lengkap. Proses ini harus terjadi dengan cepat dalam poin yang paling disetujui dari negosiasi. Terima kasih untuk perhatian anda atas masalah ini! Presiden Donald J. Trump.
- Iran mengumumkan Selat Hormuz dibuka penuh. “Iran telah mengumumkan bahwa Selat Iran telah dibuka penuh dan siap untuk perlintasan penuh. Terma kasih!”
- NATO menawarkan bantuan tetap ditolak AS. “Sekarang masalah di Selat Hormuz telah berakhir, Saya menerima telepon dari NATO menanyakan apakah kami membutuhkan bantuan. Saya bilang ke mereka untuk tetap menjauh, jika mereka tetap ingin memuat kapal-kapalnya dengan minyak. Mereka tak berguna ketika dibutuhkan, seekor macan kertas! Presiden DJT.”