Ikhbar.com: Kemajuan suatu wilayah tidak terjadi secara kebetulan. Sejumlah prasyarat harus dipenuhi secara konsisten dan terukur agar pembangunan berjalan efektif dan berkelanjutan.
Menurut Ketua Umum Paguyuban Dulur Cirebonan, Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, faktor pertama adalah ketersediaan peta jalan pembangunan yang tepat dan berkelanjutan.
“Peta jalan pembangunan yang holistik, benar, dan dilaksanakan secara berkesinambungan,” ujarnya dalam forum Halalbihalal Paguyuban Dulur Cirebonan di Ballroom Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Ahad, 5 April 2026.
Anggota Komisi IV DPR RI tersebut merinci, peta jalan itu harus mencakup transformasi ekonomi dari berbasis sumber daya alam mentah menuju inovasi dan industri manufaktur. Selain itu, penguatan keunggulan kompetitif berbasis potensi lokal juga menjadi bagian penting.
“Faktor kedua adalah kualitas sumber daya manusia (SDM),” lanjutnya.
Menurut Prof Rokhmin, SDM unggul harus memiliki kompetensi, kreativitas, dan etos kerja tinggi, serta ditopang pendidikan dan layanan kesehatan yang memadai.
“SDM unggul yang kompeten, kreatif, inovatif, etos kerja tinggi, berakhlak mulia, dan memiliki iman dan takwa yang kokoh,” kata dia.
Selanjutnya, stabilitas politik dan tata kelola pemerintahan menjadi syarat ketiga. Prof Rokhmin menekankan pentingnya supremasi hukum, meritokrasi, serta iklim investasi yang kondusif agar pembangunan berjalan lancar.
“Faktor terakhir adalah kepemimpinan yang kuat dan berintegritas,” ujar Prof Rokhmin.
Baca: Prof. Rokhmin Sebut Ekonomi Berkeadilan Bagian dari Pelajaran Ramadan
Pemimpin, menurut Menteri Kelautan dan Perikanan (2001-2004) tersebut, harus memiliki kapasitas manajerial, visi yang jelas, serta integritas moral yang terjaga.
Dia juga menekankan pentingnya integrasi berbagai pendekatan ekonomi modern, seperti ekonomi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi biru, dalam pembangunan daerah.
Namun, Prof Rokhmin mengakui kondisi kawasan Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning) saat ini belum sepenuhnya memenuhi keempat syarat tersebut. Karena itu, diperlukan konsistensi kebijakan jangka panjang agar pembangunan tidak berjalan parsial.
Prof Rokhmin kembali mengingatkan pentingnya perencanaan yang matang.
“Jika kita gagal merencanakan, maka kita merencanakan kegagalan,” pungkasnya.