PBNU-Arab Saudi Dorong Perdamaian Timur Tengah

Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (kiri) bersama Duta Besar Kerajaan Arab Saudi, Faisal Abdullah Al-Amudi di Kantor Kedutaan Besar Arab Saudi, Kuningan, Jakarta, Selasa, 31 Maret 2026. Foto: PBNU

Ikhbar.com: Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bersama Kedutaan Besar Arab Saudi memperkuat langkah diplomasi untuk mendorong perdamaian di Timur Tengah.

Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf melakukan pertemuan dengan Duta Besar Kerajaan Arab Saudi, Faisal Abdullah Al-Amudi di Kantor Kedutaan Besar Arab Saudi, Kuningan, Jakarta, Selasa, 31 Maret 2026. Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya PBNU dalam mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi internasional.

Ketua PBNU, KH Ulil Abshar Abdalla yang turut hadir dalam pertemuan itu menyampaikan bahwa sosok yang karib disapa Gus Yahya itu menekankan pentingnya pendekatan diplomatik sebagai jalan keluar atas konflik yang berkepanjangan di kawasan Timur Tengah.

Baca: Sebulan Perang AS-Israel vs Iran, 3.206 Orang Tewas

“Karena perang ini merugikan semua pihak, maka PBNU mendorong terjadinya solusi diplomatik, mengharapkan semua pihak menghentikan perang saat ini, dan akan mengajak ormas-ormas Islam yang lain untuk mendukung sikap seperti ini, juga mendorong pemerintah Indonesia untuk ikut mendesak adanya jalan diplomatik guna mengatasi masalah di Teluk saat ini,” ujar Gus Ulil, Selasa, 31 Maret 2026.

Pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam itu juga menjadi ruang bagi PBNU untuk menyampaikan keprihatinan atas konflik yang terus meluas. Gus Yahya menegaskan posisi Nahdlatul Ulama (NU) yang berpihak pada upaya perdamaian, termasuk dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina.

“NU berdiri bersama pemerintah Saudi, bersimpati bersama pemerintah Saudi, dan tentu saja bersimpati serta mendukung perjuangan rakyat Palestina,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dubes Arab Saudi, Faisal Abdullah Al-Amudi memaparkan perkembangan situasi terkini di Timur Tengah, khususnya konflik yang melibatkan Iran serta Amerika Serikat (AS) dan Israel. Ia menyoroti dampak luas dari eskalasi konflik, terutama yang melibatkan negara-negara Muslim.

“Bukan saja di kawasan Teluk tetapi juga secara global. Ancaman krisis ekonomi sangat jelas sekali,” kata Gus Ulil mengutip pernyataan Dubes Al-Amudi.

Dubes Saudi juga berharap NU dapat terus menyuarakan kepedulian terhadap kondisi tersebut sekaligus memberikan dukungan terhadap langkah-langkah pemerintah Saudi dalam meredakan konflik.

“Duta Besar Saudi berharap NU bisa memberikan dukungan yang tegas kepada pemerintah Saudi,” imbuh Gus Ulil.

Sejumlah pengurus PBNU turut hadir dalam pertemuan itu, di antaranya Ketua PBNU, KH Rumadi Ahmad dan Wakil Sekretaris Jenderal PBNU, KH Najib Azca.

Sebelumnya, Gus Yahya juga telah melakukan pertemuan dengan Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammed Boroujerdi pada Jumat, 27 Maret 2026.

Ikuti dan baca artikel kami lainnya di Google News.