LDKS MTs Al-Hidayah Karangmangu Tekankan Disiplin dan Akhlak

Suasana LDKS dan Perkemahan MTs Al-Hidayah Karangmangu. Foto: Ikhbar/FSJ

Ikhbar.com: Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Hidayah Karangmangu Cirebon menggelar Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) dan Perkemahan Pramuka di Bumi Perkemahan Curug Putri Palutungan, Kuningan, Rabu-Kamis, 30 September-1 Oktober 2026. Kegiatan tersebut menekankan pembentukan disiplin dan akhlak sebagai bekal kepemimpinan siswa.

Kepala Madrasah MTs Al-Hidayah Karangmangu, H. Asep Hambali mengatakan, disiplin menjadi salah satu tujuan utama dalam pelaksanaan LDKS. Menurutnya, kegiatan kepemimpinan perlu diarahkan pada pembentukan kebiasaan positif yang dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari.

“Tujuan LDKS yang utama adalah menumbuhkan karakter disiplin para siswa,” katanya.

Ia menjelaskan, kedisiplinan yang dibangun selama kegiatan diharapkan tidak berhenti pada lingkungan madrasah. Siswa diharapkan mampu membawa kebiasaan tersebut ketika berada di rumah, lingkungan keluarga, maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurutnya, disiplin merupakan salah satu karakter penting yang perlu dimiliki siswa sejak dini. Sikap tersebut dapat membentuk kebiasaan untuk menghargai waktu, menaati aturan, menjalankan tanggung jawab, serta menyelesaikan tugas dengan baik.

Karena itu, kegiatan LDKS dirancang sebagai ruang pembinaan yang memberikan pengalaman kepada siswa untuk belajar menjalankan tanggung jawab secara langsung. Pembiasaan tersebut diharapkan menjadi bagian dari proses pembentukan karakter siswa.

Selain kedisiplinan, peserta LDKS juga mendapatkan pembinaan akhlak. Materi tersebut menjadi bagian penting dalam kegiatan karena kepemimpinan tidak cukup dibangun melalui kemampuan akademik dan keterampilan mengatur orang lain.

“Selain kedisiplinan, para siswa-siswi juga digembleng tentang materi akhlak. Sehingga harapannya bisa menjadi pemimpin yang mempunyai akhlak mulia,” ujarnya.

Baca: Santri MA Al-Mubarokah Ditempa Jadi Pemimpin Berakhlak di Super Camp Hari Santri 2025

Ia menilai, akhlak memiliki posisi penting dalam membentuk pribadi yang mampu menjalankan tanggung jawab kepemimpinan. Seorang pemimpin perlu memiliki sikap yang baik agar kemampuan dan kewenangan yang dimiliki dapat digunakan secara tepat.

Menurutnya, pendidikan kepemimpinan di lingkungan madrasah perlu berjalan seiring dengan pembentukan karakter. Siswa tidak hanya diarahkan untuk memiliki pengetahuan, tetapi juga dibiasakan memahami nilai tanggung jawab dan perilaku yang baik.

“Banyak pemimpin yang pintar, tapi pemimpin yang punya akhlak mulia itu jarang,” katanya.

Lebih lanjut, H. Asep menyebut bahwa pembentukan akhlak sejak di bangku madrasah menjadi bagian dari proses mempersiapkan diri untuk menghadapi berbagai tanggung jawab di masa mendatang.

“Kegiatan LDKS dan Perkemahan Pramuka juga menjadi sarana bagi siswa untuk belajar dalam suasana di luar lingkungan madrasah. Melalui kegiatan tersebut, pembinaan kepemimpinan dapat diberikan bersamaan dengan pengalaman kebersamaan dan kedisiplinan,” ujarnya.

Ia menilai, lingkungan perkemahan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menjalani rangkaian kegiatan secara bersama-sama. Dalam proses tersebut, siswa belajar mengikuti aturan, menjaga tanggung jawab, serta membangun hubungan yang baik dengan sesama peserta.

“Pembinaan melalui LDKS diharapkan dapat memberikan pengalaman yang membekas bagi siswa. Nilai-nilai disiplin dan akhlak yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat diterapkan setelah siswa kembali ke lingkungan madrasah dan keluarga,” katanya.

Dengan demikian, lanjut dia, LDKS MTs Al-Hidayah Karangmangu tidak berhenti pada pembekalan kemampuan kepemimpinan. Kegiatan tersebut diarahkan untuk membangun karakter siswa agar memiliki kedisiplinan, tanggung jawab, dan akhlak mulia sebagai bagian dari bekal menjadi pemimpin di masa depan.

Ikuti dan baca artikel kami lainnya di Google News.