Link Download Logo Hari Santri 2026 versi PBNU

Logo Hari Santri 2026 versi PBNU. Foto: PBNU

Ikhbar.com: Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meluncurkan tema dan logo Hari Santri 2026 dengan mengangkat tema “Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri”. Tema tersebut menegaskan pentingnya peran santri dalam mempertahankan tradisi keilmuan pesantren sekaligus merawat persatuan Indonesia.

Sekretaris Jenderal PBNU, KH Gudfan Arif mengatakan, santri perlu mengikuti perkembangan zaman dengan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada saat yang sama, santri harus tetap berpijak pada tradisi keilmuan pesantren yang menjadi akar pembentukan karakter dan keilmuan mereka.

“Santri harus terus bergerak mengikuti perkembangan zaman, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi jangan pernah kehilangan akar. Akar kita adalah tradisi keilmuan pesantren, sanad, adab, dan nilai-nilai yang diwariskan para masyayikh,” kata Kiai Gudfan di Jakarta pada Jumat, 2 Oktober 2026.

Menurutnya, kekuatan tradisi menjadi bekal bagi santri untuk menghadapi berbagai perubahan dan tantangan baru. Peran santri juga diharapkan tidak berhenti pada upaya mempertahankan warisan pesantren, tetapi diwujudkan melalui kontribusi dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat, bangsa, dan negara.

Baca: Link Download Logo Hari Santri 2026

Frasa “Menjaga Keutuhan Negeri” dalam tema Hari Santri 2026 juga berkaitan dengan perjalanan panjang kaum santri dalam sejarah Indonesia. Pesantren dan santri memiliki peran dalam menjaga kehidupan kebangsaan sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga saat ini.

Ia menjelaskan, tanggung jawab tersebut tercermin dalam upaya merawat persaudaraan, menghargai kebinekaan, dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Cinta kepada tradisi dan cinta kepada negeri tidak pernah berseberangan. Dari pesantren kita belajar bahwa menjaga agama harus berjalan beriringan dengan menjaga persaudaraan dan keutuhan bangsa,” ujarnya.

Makna tema tersebut turut dituangkan dalam logo Hari Santri 2026. Logo itu memuat sejumlah elemen utama, yakni akar, kitab terbuka, kubah, dan bintang yang masing-masing memiliki makna terkait kehidupan santri dan pesantren.

Akar menjadi simbol tradisi serta sanad keilmuan yang kokoh. Kitab terbuka menggambarkan ilmu pengetahuan dan tradisi intelektual yang tumbuh di lingkungan pesantren. Kubah merepresentasikan nilai spiritual dan kehidupan keagamaan, sedangkan bintang melambangkan cita-cita luhur yang menjadi arah perjalanan santri.

“Kitab mengingatkan bahwa santri tumbuh bersama ilmu. Akar mengingatkan dari mana kita berasal. Kubah menunjukkan landasan spiritual, sedangkan bintang menjadi simbol cita-cita dan arah pengabdian,” tuturnya.

Peluncuran tema dan logo Hari Santri 2026 berlangsung dalam momentum setelah PBNU mengumumkan susunan Pengurus PBNU Masa Khidmah 2026–2031. Momentum tersebut menjadi bagian dari agenda PBNU dalam memperkuat konsolidasi organisasi serta pengabdian Nahdlatul Ulama kepada umat, bangsa, dan negara.

Ia menegaskan, peringatan Hari Santri perlu dimaknai melalui pengamalan nilai-nilai pesantren dalam kehidupan sehari-hari. Peringatan tersebut tidak berhenti pada rangkaian kegiatan seremonial.

“Tradisi itu bukan sekadar untuk dikenang. Tradisi harus dihidupkan. Di dalamnya ada ilmu, adab, keteladanan, kepedulian kepada sesama, dan tanggung jawab menjaga negeri,” katanya.

<<<DOWNLOAD DI SINI>>>

Ikuti dan baca artikel kami lainnya di Google News.