Ikhbar.com: Dewan Pengasuh Pondok Pesantren KHAS Kempek Cirebon, KH Ni’amillah Aqiel Siroj menyebut bahwa satu huruf Al-Qur’an yang dibaca bernilai satu kebaikan yang bisa dilipatgandakan menjadi 10 kebaikan. Keutamaan tersebut dapat semakin besar sesuai keadaan dan pemahaman seseorang ketika membaca Al-Qur’an.
Pernyataan tersebut disampaikan Kiai Niam dalam acara Haflah Khatmil Juz ‘Amma Haul Ke-37 KH Aqiel Siroj Pondok Pesantren KHAS Kempek Cirebon, pada Ahad, 20 September 2026. Sebanyak 431 khatimat mengikuti khataman Juz ‘Amma dalam kegiatan tersebut.
“Al-Qur’an adalah kitab yang ketika dibaca, meski satu huruf bernilai kebaikan, bahkan bisa berlipat menjadi 10 kebaikan,” ujar Kiai Niam.
Baca: Haul Ponpes KHAS Kempek Usung Semangat ‘Ramah Lingkungan’
Ia mencontohkan lafaz “Alif Lam Mim” yang terdiri atas tiga huruf. Karena itu, menurut penjelasannya, bacaan tersebut memiliki tiga kebaikan yang kemudian dapat dilipatgandakan menjadi 30 kebaikan.
“Alif Lam Mim, itu tidak dihitung satu huruf, tetapi tiga huruf. Maka ada tiga kebaikan, kemudian bisa menjadi berlipat menjadi 30 kebaikan,” katanya.
Kiai Niam juga menjelaskan perbedaan keutamaan membaca Al-Qur’an berdasarkan keadaan pembacanya. Ia menyebut satu huruf Al-Qur’an yang dibaca saat salat dapat memperoleh 100 kebaikan. Sementara bacaan yang dilakukan dalam keadaan duduk disebut memiliki nilai 50 kebaikan.
“Ketika dibaca dalam keadaan duduk 50 kebaikan,” tuturnya.
Ia kemudian menekankan pentingnya memahami kaidah bahasa Arab dalam membaca Al-Qur’an. Menurut Kiai Niam, orang yang memahami alasan suatu bacaan dinashabkan, dijarkan, atau dirafa’kan memperoleh keutamaan yang lebih besar.
“Barang siapa yang membaca Al-Qur’an, dan dia tahu kenapa bacaan itu dinashabkan, dijarkan, dirafa’kan, maka setiap huruf mendapat 700 kebaikan,” ujarnya.
Kiai Niam menyebut para santri KHAS Kempek Cirebon memiliki bekal untuk memahami bacaan Al-Qur’an melalui pembelajaran nahu dan saraf. Pengetahuan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran yang mereka jalani di pesantren.
Selain menjelaskan keutamaan membaca Al-Qur’an, Kiai Niam memberikan apresiasi kepada 431 khatimat yang mengikuti Khatmil Juz ‘Amma. Ia menilai khataman tersebut merupakan nikmat besar karena para peserta harus melalui proses setoran hafalan.
“Khatmil Qur’an adalah nikmat yang luar biasa. Sebab nikmat yang biasa saja itu anugerah. Ini diberi nikmat khatmil Juz Amma,” katanya.
Menurutnya, proses setoran hafalan memberikan tantangan tersendiri bagi para peserta. Proses tersebut dinilai berbeda ketika santri berada di rumah.
“Para peserta khataman dituntut setoran hafalan. Ini akan berbeda kalau mereka di rumah,” ujar Kiai Niam.
Ia mengaku terharu sekaligus memberikan apresiasi kepada 431 khatimat yang telah menyelesaikan hafalan Juz ‘Amma. Kiai Niam berharap para khatimat mampu menjaga kemampuan membaca Al-Qur’an dan kelak menjadi anak yang baik bagi agama serta orang tua.
“Saya terharu dan memberikan apresiasi luar biasa kepada 431 khatimat. Mereka dapat diandalkan bacaan Al-Qur’annya. Semoga kelak menjadi anak yang menjadi idaman bagi agamanya serta orang tuanya,” pungkasnya.