Kemenag Rilis AI PAI, Begini Cara Pakainya!

Ilustrasi pegawai menggunakan kecerdasan buatan. Foto: Shutterstock

Ikhbar.com: Kementerian Agama (Kemenag) resmi meluncurkan Smart PAI, platform digital berbasis Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan yang dirancang untuk mendukung pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti.

Platform ini menyediakan bahan ajar resmi Kemenag sekaligus menghadirkan asisten AI untuk membantu pengguna mencari dan memahami materi pembelajaran.

Smart PAI memiliki sistem yang berbeda dari layanan AI umum. Tim pengembang memastikan jawaban yang diberikan platform mengacu pada 40 buku PAI dan Budi Pekerti yang telah diterbitkan Kemenag. Materi tersebut menjadi sumber utama bagi sistem dalam merespons pertanyaan pengguna.

“Semua jawaban AI bersumber dari 40 buku yang diluncurkan hari ini. Jika informasi yang ditanyakan tidak terdapat dalam buku-buku tersebut, sistem akan menjawab bahwa informasi itu tidak tersedia,” kata Tim Pengembang Smart PAI, Aditya Putri Pertiwi, dikutip dari laman Kemenag pada Ahad, 9 Agustus 2026.

Platform tersebut dapat digunakan peserta didik mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi. Guru dan masyarakat umum juga dapat mengakses bahan pembelajaran yang tersedia secara gratis melalui telepon seluler maupun komputer.

Kemenag meluncurkan 40 buku dalam ekosistem Smart PAI. Sebanyak 39 buku merupakan buku pembelajaran utama untuk jenjang PAUD/TK, SD, SMP, SMA/SMK, dan SLB. Satu buku lainnya berupa panduan PAI untuk perguruan tinggi umum.

Baca: Kemenag Rilis 90 Buku Digital PAI dan Bahasa Arab Gratis, Downlod di Sini!

Smart PAI dilengkapi asisten digital yang dapat digunakan pengguna untuk mencari informasi dari materi yang tersedia. Pengguna cukup mengetikkan pertanyaan melalui fitur tersebut seperti saat berkonsultasi dengan tutor.

Fitur ini dapat membantu peserta didik menemukan pembahasan tertentu dalam buku, termasuk materi Kurikulum Cinta, ayat Al-Qur’an, hingga lokasi pembahasan suatu materi. Sistem akan memberikan informasi berdasarkan sumber yang tersedia di dalam buku digital.

Menurut Aditya, seluruh materi yang diluncurkan telah dapat diakses secara daring.

“Semua buku yang hari ini diluncurkan sudah langsung bisa diakses dari mana pun, kapan pun, dan di mana saja,” ujarnya.

Pengembangan Smart PAI menjadi bagian dari upaya Direktorat PAI dalam membangun ekosistem pembelajaran digital. Sistem tersebut mencakup berbagai layanan, mulai dari sistem manajemen pembelajaran atau learning management system (LMS), perpustakaan digital, asesmen, hingga analisis perkembangan belajar peserta didik.

Smart PAI menyediakan delapan fitur utama yang dapat dimanfaatkan pengguna untuk menunjang pembelajaran PAI dan Budi Pekerti, yaitu:

  1. Buku Digital PAI dan Budi Pekerti, yang memuat materi dari 40 buku resmi Kemenag.
  2. Asisten AI Interaktif, untuk membantu pengguna mencari informasi berdasarkan sumber pembelajaran yang tersedia.
  3. Kelas Interaktif, sebagai ruang untuk berdiskusi dan berinteraksi dalam kegiatan pembelajaran.
  4. Bank Soal, yang dapat digunakan untuk mengukur dan memperkuat pemahaman peserta didik.
  5. Al-Qur’an Digital, yang terhubung dengan situs resmi Quran Kemenag.
  6. Portal Registrasi, yang menyediakan akses pendaftaran bagi siswa dan guru.
  7. Kanal Berita PAI, yang menyajikan informasi terbaru seputar pendidikan agama Islam.
  8. Agenda Kegiatan Pendidikan Islam, untuk memberikan informasi mengenai berbagai kegiatan pendidikan Islam.

Materi dalam buku digital Smart PAI juga telah diselaraskan dengan sejumlah program Kemenag. Di antaranya Tuntas Baca Al-Qur’an, Kurikulum Cinta, dan penguatan karakter melalui Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

Pengguna dapat mengakses Smart PAI melalui situs smartpai.kemenag.go.id. Proses pendaftaran dilakukan dengan mengisi data yang diperlukan dalam sistem.

Berikut tahapan untuk menggunakan platform Smart PAI:

  1. Buka situs smartpai.kemenag.go.id.
  2. Pilih menu Registrasi.
  3. Isi formulir dengan data yang diminta, seperti jenjang pendidikan, nama lengkap, tanggal lahir, alamat email, nomor telepon seluler, dan domisili.
  4. Periksa email yang digunakan saat pendaftaran untuk mendapatkan instruksi pembuatan kata sandi.
  5. Lakukan Login menggunakan alamat email dan kata sandi yang telah dibuat.
  6. Setelah berhasil masuk, pengguna dapat membaca buku digital, mengunduh materi, serta menggunakan fitur asisten AI yang tersedia.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Amien Suyitno menegaskan bahwa kehadiran Smart PAI tidak menghilangkan peran guru dalam proses pendidikan. Menurut dia, teknologi dapat membantu penyampaian pengetahuan, tetapi pembentukan nilai dan akhlak tetap membutuhkan peran pendidik.

Amien menjelaskan, proses pembelajaran tidak hanya berkaitan dengan penyampaian materi atau pengetahuan. Pendidikan juga mencakup pembentukan karakter yang membutuhkan interaksi dan pendampingan dari guru.

Transfer of knowledge bisa dibantu oleh platform digital. Tetapi transfer of values adalah proses yang tidak pernah selesai,” tegas Amien.

Smart PAI menjadi platform yang memadukan buku digital PAI dan Budi Pekerti dengan teknologi AI dalam satu layanan. Akses tersebut ditujukan bagi peserta didik, guru, mahasiswa, serta masyarakat umum yang membutuhkan bahan pembelajaran PAI.

Ikuti dan baca artikel kami lainnya di Google News.