Ikhbar.com: Sebanyak 20 negara Muslim menggelar pertemuan tingkat menteri di Amman, Yordania, untuk membahas langkah kolektif terhadap Israel setelah pelanggaran terbaru di Masjid Al-Aqsa, Palestina.
Dalam forum yang berlangsung pada Rabu, 5 Agustus 2026, para peserta menegaskan bahwa situasi kawasan tidak boleh mengurangi perhatian dunia terhadap kondisi di wilayah Palestina yang masih berada di bawah pendudukan Israel.
Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan menyampaikan bahwa pembahasan dalam pertemuan tersebut berfokus pada berbagai pelanggaran terbaru yang dilakukan Israel, khususnya terhadap Masjid Al-Aqsa. Pernyataan itu disampaikan kepada wartawan seusai forum berlangsung.
“Hari ini, kami menghadiri pertemuan yang sungguh bersejarah di Amman. Terjadi pertukaran pandangan yang serius. Negara-negara terkemuka di dunia Islam menyampaikan kekhawatiran sekaligus kemarahan mereka, sembari membahas langkah-langkah praktis, diplomatik, dan langkah lainnya yang perlu diambil,” kata Fidan, dikutip dari TRT World, Kamis, 6 Agustus 2026.
Fidan menjelaskan, konflik yang sedang berlangsung di kawasan Teluk, termasuk dampak regional dan global akibat penutupan Selat Hormuz, tidak mengubah fokus utama para menteri luar negeri. Menurutnya, isu Palestina, Masjid Al-Aqsa, Jalur Gaza, dan Tepi Barat tetap menjadi perhatian utama dalam pembahasan.
Baca: Kisah Mualaf Aktivis Australia Pro-Palestina, Berlayar demi Kemanusiaan hingga Menemukan Islam
“Sebab kami tahu bahwa jika perhatian kita teralihkan ke satu isu saja, Israel akan lebih mudah melakukan apa yang sedang mereka lakukan di Gaza, di Masjid Al-Aqsa, terkait isu Yerusalem dan di Tepi Barat,” ujarnya.
Fidan kembali menegaskan pengakuan Turki terhadap peran historis dan hukum Yordania sebagai penjaga situs-situs suci di Yerusalem Timur. Ia juga menyatakan bahwa pemerintah dan masyarakat Turki memandang Masjid Al-Aqsa sebagai salah satu tempat suci yang memiliki arti penting bagi mereka.
“Presiden kami, pemerintah kami, negara kami, dan masyarakat kami memandang Masjid Al-Aqsa sebagai salah satu tempat suci kami sendiri. Setiap pelanggaran yang ditujukan terhadapnya dianggap sebagai pelanggaran terhadap nilai-nilai bangsa kami,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Fidan mengatakan Turki dan Yordania turut menyampaikan pesan solidaritas terhadap Yerusalem dan Masjid Al-Aqsa kepada seluruh peserta pertemuan sebagai bagian dari komitmen bersama negara-negara Muslim.