Ikhbar.com: Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama BPJS Kesehatan meluncurkan buku khutbah Jumat yang memuat 54 tema tentang Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Inovasi tersebut dilakukan sebagai upaya memperkuat literasi kesehatan melalui jalur dakwah.
Program ini menjadi bagian dari kolaborasi strategis antara MUI dan BPJS Kesehatan dalam menghadirkan materi dakwah yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya terkait perlindungan kesehatan.
Deputy Director of Service Quality Management BPJS Kesehatan, C. Falah Rakhmatiana, menjelaskan bahwa buku tersebut merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman antara kedua lembaga.
“Kami ingin dakwah tidak hanya berbicara tentang ibadah mahdhah, tetapi juga menyentuh perlindungan sosial. JKN ini adalah bentuk nyata gotong royong yang sangat sejalan dengan nilai ta’awun dalam Islam,” kata Falah dikutip dari laman MUI Digital, Rabu, 25 Februari 2026.
Ia menyebutkan, sebanyak 54 tema khutbah disusun untuk digunakan sepanjang satu tahun, dengan pendekatan nilai-nilai keislaman yang kontekstual dan mudah dipahami jamaah.
Baca: MUI Minta tak Ada ‘Sweeping’ Warung Makan saat Ramadan
“Melalui buku ini, para dai memiliki rujukan yang utuh—mulai dari filosofi JKN, hak dan kewajiban peserta, sampai pentingnya perlindungan finansial agar keluarga tidak jatuh miskin karena sakit,” jelasnya.
Falah juga menegaskan pentingnya sinergi dengan MUI untuk menjawab keraguan sebagian masyarakat mengenai aspek kehalalan pengelolaan dana JKN.
“Kami memastikan dana yang dihimpun dari masyarakat dikelola secara amanah dan digunakan kembali untuk kepentingan peserta. Tidak ada praktik yang bertentangan dengan prinsip syariah,” tegasnya.
Selain penerbitan buku khutbah, kerja sama ini turut dilengkapi dengan program pelatihan dai yang akan dimulai dari Jakarta dan selanjutnya diperluas ke berbagai daerah.
“Harapannya, para dai dapat menjadi jembatan informasi yang benar tentang JKN di tengah masyarakat,” pungkasnya.