Ikhbar.com: Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan jumlah pemilih nasional dalam rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) semester I 2026 sebanyak 214.354.667 orang.
Jumlah tersebut mencakup pemilih di dalam negeri dan luar negeri. Ketua Divisi Data dan Informasi KPU, Betty Epsilon Idrus menyampaikan, data itu dalam rapat pleno di Kantor KPU di Jakarta Pusat, Senin, 20 Juli 2026.
“Jadi, total pemilih nasional kita dalam negeri dan luar negeri 214.354.667,” kata Betty dalam rapat pleno tersebut.
Berdasarkan jenis kelamin, pemilih laki-laki mencapai 49,85 persen. Sementara itu, pemilih perempuan tercatat sebanyak 50,15%. Jumlah pemilih tersebut meningkat 1,17% dibandingkan dengan data pemilih berkelanjutan semester II 2025.
Dari total pemilih nasional, sebanyak 212.406.069 orang berada di dalam negeri. Data tersebut tersebar di 38 provinsi, 514 kabupaten/kota, 7.285 kecamatan, serta 83.737 desa/kelurahan.
KPU juga mencatat 1.948.598 pemilih luar negeri yang tersebar di 131 Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN). Betty menjelaskan, data tersebut diperoleh dari Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), kemudian disinkronkan oleh KPU.
Baca: Erik Kurniawan: Pemilih Cuek Kualitas Calon di Pemilu dan Pilkada
“Setelah kami sinkronisasi datanya mendapatkan data 1.948.598 tersebar di 131 PPLN. Tadinya kita punya 129 PPLN plus 2 PPLN, satu di Sana’a dan yang kedua di Pyongyang,” ujar Betty.
Data KPU menunjukkan generasi milenial menjadi kelompok pemilih terbesar berdasarkan kategori generasi. Jumlahnya mencapai 32,13% dari total pemilih nasional di dalam negeri dan luar negeri.
“Berdasarkan generasi itu paling banyak ada di generasi milenial, 32,13 persen,” ucap Betty.
Setelah generasi milenial, pemilih dari generasi X menempati urutan kedua dengan 27,13%. Berikutnya, generasi Z mencapai 24,56%.
Sementara itu, generasi baby boomer menyumbang 14,29% dan generasi pre-boomer sebanyak 1,89%.
KPU juga mencatat sebanyak 963.050 pemilih penyandang disabilitas atau sekitar 0,45% dari total pemilih nasional. Data tersebut dihimpun melalui pencocokan dan penelitian (coklit) terbatas, serta menggunakan sumber data dari Kementerian Dalam Negeri dan data lain yang dikumpulkan KPU.
Pemilih dengan disabilitas fisik menjadi kelompok terbesar dalam kategori pemilih penyandang disabilitas dengan persentase 38,1%.
Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah pemilih terbanyak dalam rekapitulasi PDPB semester I 2026. Jumlahnya mencapai 37.759.992 pemilih.
“Jumlah pemilih terbesar provinsi, dari provinsi paling besar ada di Jawa Barat, sebesar 37,7 jutaan,” kata Betty.
Jawa Timur menempati posisi kedua dengan 32.503.002 pemilih, disusul Jawa Tengah sebanyak 29.332.029 pemilih.
Provinsi lain yang masuk dalam daftar dengan jumlah pemilih terbesar adalah Sumatera Utara sebanyak 11.360.110 pemilih, Banten 9.338.877 pemilih, DKI Jakarta 8.234.735 pemilih, Sulawesi Selatan 7.013.711 pemilih, Lampung 6.781.784 pemilih, Sumatera Selatan 6.668.823 pemilih, dan Riau 5.154.166 pemilih.
Sementara 10 provinsi dengan jumlah pemilih paling sedikit terdiri atas Papua Selatan sebanyak 387.710 pemilih, Papua Barat 394.946 pemilih, Papua Barat Daya 453.204 pemilih, Kalimantan Utara 546.534 pemilih.
Di sisi lain, Papua terdapat 797.329 pemilih, Gorontalo 915.402 pemilih, Maluku Utara 1.012.578 pemilih, Sulawesi Barat 1.034.703 pemilih, Kepulauan Bangka Belitung 1.133.583 pemilih, dan Papua Tengah 1.162.325 pemilih.