Dampak Dakwah dalam Piala Dunia 2026

Dampak dakwah dalam kegiatan piala dunia itu sangat menonjol, antara lain (1) betapa kuatnya para pemain sepak bola Muslim memegang teguh ajaran agamanya, sehingga tampak di seluruh dunia.
Pemain Timnas Maroko melakukan sujud syukur saat sukses mengalahkan Belanda di Piala Dunia 2026. Foto: AP

Oleh: Dr. KH. Zakky Mubarak, MA (Mustasyar PBNU

PELAKSANAAN Piala Dunia 2026 yang melakukan pertandingan sepak bola untuk menentukan kesebelasan terbaik di dunia telah dimulai di tiga negara, Amerika Setikat, Meksiko, dan Kanada. Pada perkembangan terakhir, telah ditentukan berbagai negara yang masuk dalam 16 besar untuk melaju ke babak selanjutnya. Dari pertandingan yang lalu dan yang akan datang diikuti oleh berbagai negara, termasuk di dalamnya negara-negara muslim.

Dampak dakwah dalam kegiatan piala dunia itu sangat menonjol, antara lain (1) betapa kuatnya para pemain sepak bola Muslim memegang teguh ajaran agamanya, sehingga tampak di seluruh dunia. Meskipun mereka berlomba untuk memperoleh gelar juara, namun demikian tidak pernah melupakan tugas-tugas keagamaannya. Misalnya, mereka tetap melaksanakan salat Jumat, meskipun pada saat itu sedang berlangsung angin tornado.

Dampak yang ke (2) kecintaan mereka terhadap kehidupan dunia lewat kemenangan, tidak pernah mengalahkan kecintaannya terhadap akhirat. Hal itu dibuktikan bahwa mereka selalu menampakkan syiar keislamannya dalam aktivitas pertandingan di tengah lapangan, dan di depan milyaran umat manusia di seluruh dunia.

Dampak yang ke (3) semua umat manusia dalam berbagai agama, maupun yang ateis akan sangat terenyuh dan terharu melihat betapa mulianya akhlak Islam, seperti yang diwujudkan oleh tim Maroko ketika mereka memperoleh kemenangan. Mereka mengekspresikannya dengan sujud Syukur dan masing-masing mereka lari dengan cepat menuju ibunya dan memeluknya dengan rasa Syukur yang mendalam.

Baca: Hak dan Kewajiban Sesama Muslim

Mengenai sujud Syukur yang dilakukan tidak hanya oleh para pemain dari Maroko, tetapi juga dari negara-negara lain seperti Mesir, Iran, Saudi Arabia, Senegal, dan sebagainya. Aktivitas sujud Syukur tidak hanya dilaksanakan oleh pemain-pemain dari negara muslim, tapi juga dilakukan oleh pemain negara non muslim yang beragama Islam. Semua itu merupakan perwujudan dari dilaksanakannya pesan-pesan al-Qur’an dan al-Sunnah.

وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا

Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbakti kepada kedua orangtua. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau menghardik keduanya, serta ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang mulia. (QS. Al-Isra, 17:23).

Mengenai berbakti kepada ibu, dipesankan dalam hadits Nabi Muhammad Saw ketika ada seorang anak muda datang kepada beliau dan menanyakan kepada siapa aku harus berbuat baik dan berbakti? Nabi menjawab: Pada ibumu. Anak muda itu bertanya lagi: Kemudian kepada siapa? Nabi Menjawab: Ibumu. Kemudian anak itu bertanya lagi: Kepada siapa lagi? Nabi menjawab: Kepada ibumu. Selanjutnya, anak muda itu bertanya lagi: Kemudian kepada siapa? Nabi menjawab: Kepada ayahmu. (HR. Bukhari, 5971, Muslim, 2548).

Dampak yang ke (4) usaha menolak kebatilan dan perbuatan keji, hal itu dibuktikan dengan memprotes yang dilakukan mereka terhadap kampanye LGBT. Penolakan itu demikian keras, sehingga dirasakan betapa sungguh-sungguhnya mereka dalam menegakkan yang hak dan memberantas kebatilan. Para pesepak bola muslim yang sangat berhasil dan terkenal di berbagai klub sepak bola dunia, banyak yang melaksanakan ajaran agamanya dengan sungguh-sungguh. Mereka menampakkan keikhlasan yang sangat mendalam.

Sebagian dari mereka menginfakkan penghasilannya yang sangat besar untuk membangun masjid, mengangkat kaum fakir dan miskin, membuat sekolah, dan peduli terhadap kehidupan umat di negaranya masing-masing. Bahkan, sebagian dari mereka yang akan pensiun, mencoba memfokuskan diri untuk beribadah secara mendalam dan menghafal Al-Qur’an. Tampilnya para pemain bola dari kaum Muslim di klub-klub terkenal dunia, menginspirasi para penggemarnya untuk bersimpati yang mendalam terhadap ajaran agama Islam. Itu merupakan bagian dari dakwah bilhal atau dakwah dalam aktivitas sehari-hari.

Dari kenyataan ini bisa diambil pelajaran yang bermanfaat bahwa sesungguhnya dakwah Islam itu tidak hanya dikembangkan melalui masjid, madrasah, mimbar ceramah. Lebih dari itu, dakwah pada hakikatnya harus diimplementasikan dalam aktivitas kemanusiaan yang sifatnya universal. Dakwah seperti ini dicontohkan oleh Rasulullah Saw para sahabat, dan para penerusnya.

Kami mengundang para pembaca yang budiman untuk menyumbangkan buah pikirannya melalui kanal ‘Risalah.’ Kirimkan tulisan terbaik Anda melalui email redaksi@ikhbar.com.

Ikuti dan baca artikel kami lainnya di Google News.