Prof. Rokhmin Salurkan Jaring Ikan Ramah Lingkungan untuk Nelayan Cirebon

Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri saat menyerahkan bantuan jaring ikan ramah lingkungan kepada nelayan Cirebon. Foto: Instagram @rokhmindahuriid

Ikhbar.com: Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri menegaskan komitmen penguatan perikanan rakyat melalui penyaluran jaring ikan ramah lingkungan kepada nelayan Cirebon. Bantuan ini diarahkan untuk meningkatkan produktivitas tangkap sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem laut di wilayah pesisir Jawa Barat.

Penyerahan jaring ikan tersebut merupakan bagian dari program Kementerian Kelautan dan Perikanan yang disalurkan melalui wakil rakyat di DPR RI. Bantuan itu diberikan langsung kepada nelayan sebagai upaya konkret pemerintah memperkuat sektor perikanan skala kecil dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Dalam kesempatan itu, Prof. Rokhmin menekankan posisi strategis nelayan dalam menjaga ketahanan pangan laut nasional.

“Dengan jaring yang lebih modern dan ramah lingkungan, kita ingin nelayan Cirebon mampu meningkatkan hasil tangkapan tanpa merusak ekosistem. Bantuan ini adalah bagian dari strategi besar KKP untuk menjadikan perikanan rakyat lebih produktif, berkelanjutan, dan berdaya saing,” ujar Rektor Universitas UMMI Bogor tersebut, dikutip dari akun Instagram @rokhmindahuriid, Kamis, 22 Januari 2026.

Baca: Prof. Rokhmin: Teknologi Jadi Kunci Kedaulatan Pangan Indonesia

Menurutnya, penyaluran bantuan ini bukan sekadar distribusi alat tangkap, melainkan wujud nyata keberpihakan negara kepada nelayan tradisional. Jaring baru yang lebih efisien diharapkan mampu menekan biaya operasional sekaligus meningkatkan kualitas hasil tangkapan agar lebih kompetitif di pasar lokal maupun nasional.

“Alhamdulillah, saya senang memenuhi janji kampanye saya untuk datang lagi. Tidak kacang lupa pada kulitnya. Semoga bantuan ini bermanfaat dan semoga dapat berkah dari Allah,” ucap Prof. Rokhmin.

Kehadiran Prof. Rokhmin dinilai memberi makna tersendiri bagi masyarakat pesisir. Sejumlah nelayan menyebut momen tersebut sebagai bukti bahwa janji politik dapat diwujudkan dalam bentuk solusi nyata yang langsung dirasakan manfaatnya.

Selain menyerahkan bantuan, Guru Besar Fakultas Kelautan dan Perikanan IPB University ini juga berdialog dengan nelayan mengenai persoalan yang mereka hadapi sehari-hari, mulai dari fluktuasi harga ikan, cuaca ekstrem, hingga keterbatasan akses permodalan. Ia menegaskan pentingnya dukungan pemerintah yang berkelanjutan.

“Nelayan adalah pahlawan pangan laut Indonesia. Kita harus pastikan mereka sejahtera, berdaya saing, dan tetap menjaga laut agar lestari,” tegasnya.

Bantuan jaring ramah lingkungan tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi kerja nelayan yang selama ini masih bergantung pada alat tangkap lama. Dengan dukungan KKP, nelayan Cirebon memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan pendapatan dan memperkuat posisi daerahnya sebagai sentra perikanan di Jawa Barat.

Dalam kesempatan itu, Prof. Rokhmin juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat pesisir. Ketua Umum Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI) ini menilai sinergi lintas sektor menjadi kunci membangun perikanan rakyat yang tangguh.

“Kita tidak bisa membiarkan nelayan berjuang sendiri. Dukungan teknologi, akses pasar, dan kebijakan yang berpihak harus berjalan seiring,” tambahnya.

Ke depan, kata dia, KKP berkomitmen melengkapi bantuan alat tangkap dengan pelatihan teknis serta pendampingan pengelolaan hasil perikanan agar memiliki nilai tambah. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem perikanan yang sehat dan membuka peluang usaha baru di sektor pengolahan dan distribusi hasil laut.

Ikuti dan baca artikel kami lainnya di Google News.