Ikhbar.com: Ungkapan “berbukalah dengan yang manis” kerap dimaknai sebagai ajakan mengonsumsi sirup atau minuman tinggi gula. Pemahaman tersebut, menurut Ahli Gizi, Ustazah Yuswati, S.K.M., M.Kes., perlu diluruskan.
“Manis di sini akhirnya dipahami sebagai gula, sirup, dan sejenisnya. Padahal Rasulullah Muhammad Saw menganjurkannya berbukalah dengan ruthab, dengan kurma,” ujarnya dalam program Sinikhbar | Siniar Ikhbar bertajuk “Seberapa Aman Menu Takjil Ramadan Kita?” di Ikhbar TV, dikutip Selasa, 24 Februari 2026.

Baca: Resep Menu Buka Puasa Murah dan Bergizi ala Ustazah Yuswati
Anjuran tersebut memiliki dasar dalam hadis sahih. Dalam riwayat Imam Abu Dawud dan lainnya disebutkan:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَتَمَرَاتٍ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَمَرَاتٌ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ
“Rasulullah Saw berbuka dengan beberapa butir ruthab (kurma segar) sebelum salat. Jika tidak ada ruthab, maka dengan beberapa butir tamr (kurma kering). Jika tidak ada, beliau meneguk beberapa teguk air.” (HR. Abu Dawud)
Wakil Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) KHAS Kempek Cirebon itu menjelaskan, kurma mengandung fruktosa alami, serat, serta mineral. Kandungan ini membantu pelepasan energi berlangsung lebih stabil dibandingkan gula pasir.
“Gula itu adalah karbohidrat sederhana, yang akan memacu untuk peningkatan gula darah yang secara tiba-tiba,” jelasnya.
Baca: 5 Cara Aman Memilih Takjil di Pinggir Jalan
“Berbuka cukup dengan air putih dan kurma sebelum makan utama. Cara ini lebih mendekati anjuran yang tepat sekaligus lebih aman bagi tubuh,” pungkasnya.