Ikhbar.com: Semangat belajar Al-Qur’an ditunjukkan peserta lintas generasi dalam Haflah Khatmil Qur’an di Pondok Pesantren Bustanu Usysyaqil Qur’an (BUQ) Betengan, Demak, Jawa Tengah, Jumat, 6 November 2026. Sejumlah ibu-ibu hingga warga lanjut usia tetap bersemangat mengikuti pembelajaran dan menyelesaikan bacaan Al-Qur’an.
Pengasuh Pondok Pesantren At-Taujieh Al-Islamy Leler Banyumas Jawa Tengah, KH Zuhrul Anam Hisyam mengapresiasi semangat para peserta tersebut. Ia menyebut ada peserta yang tetap mengikuti latihan membaca Al-Qur’an meskipun harus pulang pada malam hari.
“Usia tidak seharusnya menjadi alasan untuk berhenti belajar Al-Qur’an. Mereka yang dahulu pernah mengaji hendaknya melanjutkan kembali hingga tuntas,” ungkapnya saat menyampaikan mauizah hasanah.
Baca: KH Zuhrul Anam: Gelar Penghafal Al-Qur’an Harus Dijaga hingga Akhir Hayat
Menurut sosok yang karib disapa Gus Anam itu, kesempatan belajar Al-Qur’an perlu dimanfaatkan sepanjang kehidupan. Setiap orang dapat terus memperbaiki bacaan, menyelesaikan khataman, hingga melanjutkan pembelajaran ke jenjang hafalan.
Ia juga mengajak para wali santri untuk mendorong putra-putrinya yang telah menyelesaikan khatam bin-nazhar agar melanjutkan pendidikan tahfiz. Proses menghafal membutuhkan kesungguhan, kesabaran, dan pendampingan keluarga.
Gus Anam berharap, semangat para peserta khataman dari kalangan ibu-ibu dan lansia dapat mendorong masyarakat untuk terus menghidupkan kegiatan mengaji serta menjadikan Al-Qur’an sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
“Semoga semakin banyak masyarakat yang terus belajar Al-Qur’an. Yang sudah pernah mengaji hendaknya melanjutkan kembali, sedangkan yang belum khatam terus berusaha sampai selesai,” pesannya.