Ikhbar.com: Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memastikan seluruh unsur organisasi akan hadir dan berpartisipasi dalam puncak resepsi Harlah Ke-100 Nahdlatul Ulama (NU) versi Masehi yang digelar di Istora Senayan, Jakarta. Acara tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 31 Januari 2026.
Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf menegaskan bahwa kehadiran menyeluruh ini merupakan wujud kekompakan dan kebersamaan NU dalam menyambut peringatan satu abad menurut kalender Masehi. Dorongan untuk hadir bersama juga disampaikan Rais Syuriyah PBNU Muhammad Nuh dalam Rapat Pleno PBNU.
“Pada kesempatan itu juga, salah seorang Rais Syuriyah, Pak Muhammad Nuh juga menyerukan kepada semuanya untuk bisa hadir berpartisipasi di dalam puncak resepsi peringatan harlah 100 tahun Nahdlatul Ulama menurut kalender Masehi ini, yaitu besok pagi jam 9:00 pagi,” ujar sosok yang akrab disapa Gus Yahya itu saat konferensi pers di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Jumat, 30 Januari 2026.
Gus Yahya menyampaikan bahwa seluruh struktur PBNU akan hadir, mulai dari unsur mustasyar, syuriyah, tanfidziyah, a’wan, hingga jajaran lembaga dan badan otonom.
Baca: PBNU Tetapkan Agenda Munas dan Muktamar Ke-35, Ini Jadwalnya!
“Alhamdulillah persiapan sudah lengkap. Akan hadir sebagai partisipan nanti seluruh segenap jajaran PBNU,” katanya.
Ia juga menyatakan keyakinannya bahwa seluruh elemen NU telah kembali solid dan siap berpartisipasi dalam agenda besar tersebut. Aspirasi untuk kembali berkumpul dan bersatu datang dari berbagai wilayah dan cabang NU di seluruh Indonesia.
“Semuanya sudah menyatakan kembali guyub lagi. Pak Muhammad Nuh sudah menyerukan supaya semua ikut hadir resepsi harlah besok pagi,” ujar Gus Yahya.
Selain unsur PBNU, perwakilan dari 38 Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) serta sekitar 500 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) telah mengonfirmasi kehadiran. Sebagian besar peserta disebut sudah tiba di Jakarta.
“Sebagian besar peserta sudah tiba dan menyiapkan diri di pusat penginapan di Hotel Sultan Jakarta,” ujarnya.
Gus Yahya memperkirakan jumlah jamaah dan peserta yang hadir dalam Harlah Ke-100 NU versi Masehi ini mencapai 8.000 hingga 10.000 orang. Mengingat keterbatasan kapasitas Istora Senayan, panitia juga menyiapkan sarana pendukung di luar arena utama.
PBNU turut mengundang Presiden RI, Prabowo Subianto, jajaran menteri, pimpinan lembaga negara, serta para duta besar negara sahabat untuk menghadiri acara tersebut.
“Mudah-mudahan besok Bapak Presiden tidak berhalangan, bisa hadir bersama kami. Hal teknis sudah dikoordinasikan termasuk sama Paspampres,” ujar Gus Yahya.
Sebagai bagian dari rangkaian Harlah Ke-100 NU, PBNU telah menggelar sejumlah kegiatan pendahuluan, di antaranya halaqah penyusunan peta jalan NU 25 tahun yang dilaksanakan di Makassar, Sulawesi Selatan, pada Sabtu, 25 Januari 2026.
Agenda lanjutan juga digelar melalui inisiatif kerja sama NU dengan entitas bisnis internasional Harvest Corporation yang berbasis di Singapura. Program bertajuk Syariah Double Services tersebut diselenggarakan di Hotel JW Marriott Jakarta pada Jumat, 30 Januari 2026, dengan fokus pengembangan layanan syariah global.
Gus Yahya menjelaskan bahwa tema Harlah Ke-100 NU telah ditetapkan sejak Kamis, 21 Agustus 2025, yakni “Mengawal Indonesia Merdeka menuju Peradaban Mulia”.
“Visi NU ini sebetulnya sebangun dengan visi proklamasi kemerdekaan, yaitu untuk memperjuangkan peradaban mulia,” ujar Gus Yahya.
Ia mengutip Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang menegaskan bahwa kemerdekaan dan perjuangan peradaban tidak hanya diperuntukkan bagi satu bangsa, melainkan bagi seluruh umat manusia.
“Kemerdekaan adalah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan pri-kemanusiaan dan pri-keadilan,” katanya.
Nahdlatul Ulama didirikan pada 16 Rajab 1344 Hijriah yang bertepatan dengan 31 Januari 1926 Masehi. Pada 2023 lalu, NU telah memperingati satu abad berdasarkan kalender Hijriah di Sidoarjo, Jawa Timur. Peringatan tahun ini menjadi penanda 100 tahun NU menurut kalender Masehi.