Ikhbar.com: Kementerian Agama (Kemenag) memastikan peringatan Nuzulul Qur’an tahun ini akan digelar di Istana Negara, Jakarta. Keputusan tersebut menjadi penegasan bahwa peringatan turunnya Al-Qur’an akan ditempatkan di pusat simbol kenegaraan.
Menteri Agama (Menag), KH Nasaruddin Umar menyampaikan hal itu usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 4 Maret 2026. Pertemuan tersebut secara khusus membahas kesiapan agenda Nuzulul Qur’an tingkat kenegaraan.
“Baik, teman-teman sekalian. Saya baru saja bertemu dengan Bapak Presiden untuk membicarakan persiapan peringatan Nuzulul Qur’an. Insya Allah, peringatan Nuzulul Qur’an direncanakan akan dilaksanakan di Jakarta, tepatnya di Istana Negara,” ujar Menag kepada awak media.
Baca: Menag Kenalkan ‘Green Jihad’, Gerakan Keagamaan untuk Selamatkan Lingkungan
Ia menjelaskan, sejumlah lokasi sempat menjadi opsi pelaksanaan. Beberapa di antaranya adalah Ibu Kota Nusantara (IKN), Masjid Istiqlal, hingga Istana Negara. Setelah mempertimbangkan berbagai aspek, Presiden memberikan arahan agar kegiatan dipusatkan di Istana Negara.
“Dan Bapak Presiden memberikan arahan agar kegiatan tersebut dilaksanakan di Istana Negara,” jelasnya.
Menurut Menag, pemilihan Istana Negara memiliki nilai simbolis yang kuat dalam konteks kebangsaan. Peringatan Nuzulul Qur’an dinilai relevan untuk meneguhkan kembali nilai keadilan, persaudaraan, dan kepedulian sosial yang terkandung dalam Al-Qur’an dalam kehidupan bernegara.
“Ini bukan sekadar seremoni keagamaan, tetapi juga momentum untuk meneguhkan komitmen kebangsaan kita. Nilai-nilai Al-Qur’an seperti keadilan, persaudaraan, dan kepedulian sosial sangat relevan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tuturnya.
Kemenag, lanjutnya, tengah menyusun konsep acara yang khidmat dan terbuka. Sejumlah unsur akan dilibatkan dalam peringatan tersebut, mulai dari tokoh agama, perwakilan negara sahabat, hingga kalangan generasi muda.
“Kami ingin agar peringatan Nuzulul Qur’an ini menjadi ruang silaturahmi kebangsaan. Istana Negara sebagai simbol negara diharapkan dapat menjadi tempat yang merekatkan nilai spiritual dan nilai kenegaraan,” ungkapnya.
Ia memastikan koordinasi teknis dengan pihak Istana akan dilakukan secara menyeluruh guna menjamin kelancaran kegiatan.
“Kami akan mempersiapkan segala sesuatunya dengan sebaik-baiknya, baik dari sisi substansi acara maupun teknis pelaksanaannya. Insya Allah, ini akan menjadi peringatan yang penuh makna,” pungkas Menag.