Iran Gempur Fasilitas Militer AS di Timur Tengah

Ilustrasi serangan rudal Iran. Foto: Irna

Ikhbar.com: Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menghancurkan radar pemantau milik Amerika Serikat (AS) yang ditempatkan di Oman. Pernyataan tersebut disampaikan pada Jumat, 17 Juli 2026 sebagai bagian dari serangkaian operasi militer Iran di kawasan Timur Tengah.

IRGC menyebut serangan itu dilakukan oleh pasukan angkatan lautnya dalam gelombang ke-13 Operasi Nasr-2. Dua radar menjadi sasaran, yakni radar pemantau maritim di wilayah Salamah dan radar milik AS yang berada di Pulau Ghanam, Oman.

“Pagi ini, pasukan angkatan laut IRGC menargetkan dan menghancurkan sebuah radar pemantau maritim di wilayah Salamah serta radar pemantau milik AS di Pulau Ghanam, Oman, dalam gelombang ke-13 Operasi Nasr-2,” kata IRGC dalam sebuah pernyataan.

Baca: Intel AS Ungkap Israel Bahas Penggunaan ‘Tameng Manusia’ di Gaza, Amerika Diduga Terlibat

IRGC juga mengklaim melancarkan serangan mendadak terhadap pusat komando operasi khusus AS yang berada di At Tanf, wilayah barat daya Suriah. Serangan tersebut disebut menargetkan sejumlah fasilitas dan aset militer Amerika Serikat.

Menurut IRGC, serangan itu menghancurkan sistem radar AS, beberapa unit helikopter operasi khusus, serta menewaskan sejumlah personel militer.

IRGC menyatakan operasi tersebut merupakan respons atas serangan udara AS di sekitar Kota Iranshahr, Provinsi Sistan dan Baluchestan, Iran. Serangan Amerika Serikat itu dilaporkan menewaskan sedikitnya tujuh personel Iran yang terdiri atas prajurit karier dan anggota wajib militer.

Selain serangan terhadap fasilitas militer di Oman dan Suriah, Iran juga mengklaim menggunakan rudal balistik dan pesawat nirawak untuk menyerang aset militer AS yang berada di Yordania.

“Serangan tersebut menghancurkan beberapa pesawat pengisi bahan bakar dan jet tempur AS yang disiagakan di Yordania,” ujar IRGC.

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah kedua negara sebelumnya menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) pada pertengahan Juni untuk mengakhiri konflik militer.

Namun, pasukan AS kembali melancarkan serangkaian serangan terhadap Iran sejak 8 Juli. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan serangan tersebut merupakan respons terhadap tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

Iran kemudian membalas serangan tersebut dengan melancarkan sejumlah serangan terhadap pangkalan militer AS di berbagai wilayah Timur Tengah.

Ikuti dan baca artikel kami lainnya di Google News.