Sinikhbar: Menilai Pesantren dengan Adil ala Gus Rifqil

Tampilan keluku Sinikhbar | Siniar Ikhbar bertema "Menilai Pesantren dengan Adil ala Gus Rifqil" di Ikhbar TV. Dok IKHBAR

 

Aneka tudingan miring terus bermunculan, dari isu kekerasan, feodalisme, gaya hidup berlebih, sampai framing negatif yang sering kali tidak utuh dan serampangan. Di tengah situasi ini, pesantren berada di persimpangan: bertahan apa adanya, atau berani berbenah tanpa kehilangan jati diri.

Dalam episode Sinikhbar | Siniar Ikhbar kali ini, KH Rifqil Muslim Suyuthi atau Gus Rifqil (Pendakwah. Pengasuh PP Mambaul Hikmah Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah) mengajak untuk menilai pesantren dengan kepala dingin dan hati yang jujur.

Tokoh Muda NU Berpengaruh Ikhbar.com (2023) itu juga berbicara terbuka tentang kenyataan di dalam pesantren—mana yang kerap disalahpahami publik, mana yang memang harus dikritik dan dibenahi bersama. Gus Rifqil menegaskan bahwa membela pesantren tidak berarti menutup mata. Evaluasi, koreksi, dan penyesuaian dengan perubahan zaman justru menjadi bagian dari ikhtiar menjaga martabat pesantren, tanpa harus meninggalkan tradisi dan ruh pendidikannya.

Obrolan ini juga membedah faktor eksternal dan internal yang memicu citra buruk pesantren di ruang publik, sekaligus menawarkan cara pandang yang lebih adil, proporsional, dan manusiawi—terutama bagi generasi muda yang mulai ragu pada dunia pesantren.