Ramadan Syahrul Shabr, Kiai Zuhri Adnan Ungkap 4 Jenis Kesabaran

Kiai Zuhri dalam Ngaji Pasaran Ramadan 1447 H, Kitab Lubab al-Hadits, di Masjid Baitul Muttaqien, Pondok Pesantren Ketitang Cirebon, Selasa, 10 Maret 2026. IKHBAR/FSJ

Ikhbar.com: Ramadan sering disebut sebagai syahrul shabr, bulan yang mendidik umat Islam untuk melatih kesabaran. Latihan itu tidak berhenti pada menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menyentuh cara seseorang menjalani kewajiban agama, menghadapi ujian hidup, hingga bersikap terhadap sesama.

Hal tersebut disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Ketitang Cirebon, KH Ahmad Zuhri Adnan saat menutup program Ngaji Pasaran Ramadan 1447 H di Masjid Baitul Muttaqien, Pondok Pesantren Ketitang Cirebon. Kiai Zuhri, sapaan karibnya, menjelaskan bahwa kesabaran memiliki beberapa bentuk yang saling berkaitan dengan perjalanan hidup seorang Muslim.

“Kesabaran itu memiliki empat bentuk, sabar dalam menjalankan kewajiban-kewajiban agama, sabar ketika menghadapi musibah, sabar terhadap gangguan manusia, dan sabar dalam menghadapi kemiskinan,” ujar Kiai Zuhri, Selasa, 10 Maret 2026.

Baca: Kiai Zuhri Adnan: Ramadan di Pesantren Perkuat Karakter dan Intelektualitas

Keterangan tersebut merujuk pada penjelasan dalam Lubab al-Hadits, karangan Imam Jalaluddin As-Suyuthi (wafat 911 H/1505 M), bahwa Rasulullah Muhammad Saw pernah bersabda:

وَالصَّبْرُ عَلَى أَرْبَعَةِ أَوْجُهٍ: صَبْرٌ عَلَى الْفَرَائِضِ، وَصَبْرٌ عَلَى الْمُصِيبَةِ، وَصَبْرٌ عَلَى أَذَى النَّاسِ، وَصَبْرٌ عَلَى الْفَقْرِ. فَالصَّابِرُ عَلَى الْفَرَائِضِ تَوْفِيقٌ، وَالصَّبْرُ عَلَى الْمُصِيبَةِ مَثُوبَةٌ، وَالصَّبْرُ عَلَى أَذَى النَّاسِ مَحَبَّةٌ، وَالصَّبْرُ عَلَى الْفَقْرِ رِضَا اللَّهِ تَعَالَى

“Kesabaran itu memiliki empat bentuk: sabar dalam menjalankan kewajiban-kewajiban agama, sabar ketika menghadapi musibah, sabar terhadap gangguan manusia, dan sabar dalam menghadapi kemiskinan. Sabar dalam menjalankan kewajiban merupakan tanda taufik dari Allah, sabar atas musibah mendatangkan pahala, sabar terhadap gangguan manusia mendatangkan cinta (Allah), dan sabar atas kemiskinan merupakan jalan menuju keridaan Allah Swt.”

Sosok yang merupakan alumnus Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur itu menjelaskan bahwa bentuk pertama adalah kesabaran dalam menjalankan kewajiban agama. Dalam kehidupan sehari-hari, sikap ini terlihat ketika seseorang tetap menjaga salat, puasa, dan berbagai ibadah lainnya secara konsisten.

Menurut Kiai Zuhri, Ramadan menjadi waktu yang paling terasa untuk melatih kesabaran jenis ini. Puasa selama sebulan penuh, salat tarawih, tadarus Al-Qur’an, serta berbagai amalan lain memerlukan ketekunan dan kesungguhan.

“Kalau seseorang mampu menjaga kewajiban-kewajiban itu dengan sabar, itu tanda mendapat taufik dari Allah,” kata anggota Dewan Pakar Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) PCNU Kabupaten Cirebon tersebut.

“Taufik adalah pertolongan dari Allah Swt yang diberikan kelak di hari kiamat,” lanjutnya.

Kiai Zuhri saat membacakan doa dalam penutupan program Ngaji Pasaran Ramadan 1447 H di Masjid Baitul Muttaqien, Pondok Pesantren Ketitang Cirebon, Selasa, 10 Maret 2026. IKHBAR/FSJ

Baca: Kiai Zuhri Adnan: Siapkan Diri Tunaikan Misi Takwa di Bulan Puasa

Kiai Zuhri kemudian menjelaskan bahwa kesabaran juga diperlukan ketika seseorang menghadapi musibah. Ujian dapat datang dalam berbagai bentuk, baik yang berkaitan dengan kesehatan, harta, maupun keluarga.

“Sikap sabar menjadi kunci agar musibah tidak berkembang menjadi keluh kesah yang berkepanjangan,” pesan Kiai Zuhri.

Nabi Muhammad Saw juga bersabda:

إِذَا حَدَثَتْ عَلَى عَبْدٍ مُصِيبَةٌ فِي بَدَنِهِ أَوْ مَالِهِ أَوْ وَلَدِهِ فَاسْتَقْبَلَ ذَلِكَ بِصَبْرٍ جَمِيلٍ اسْتَحْيَا اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَنْ يَنْصِبَ لَهُ مِيزَانًا أَوْ يَنْشُرَ لَهُ دِيوَانًا

“Apabila seorang hamba tertimpa musibah pada tubuhnya, hartanya, atau anaknya, lalu ia menerimanya dengan kesabaran yang indah, maka pada hari kiamat Allah merasa malu untuk menegakkan baginya timbangan (hisab) atau membuka baginya catatan amal.”

Kesabaran berikutnya berkaitan dengan kehidupan sosial, yakni kesabaran ketika menghadapi gangguan manusia. Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang tidak selalu berhadapan dengan sikap yang menyenangkan dari orang lain.

“Karena itu, kemampuan menahan diri dan tetap menjaga perilaku baik menjadi bagian penting dari kesabaran,” katanya.

Bentuk kesabaran yang terakhir adalah kesabaran ketika menghadapi keterbatasan ekonomi. Menurut Kiai Zuhri, sikap menerima keadaan dengan tetap menjaga ketaatan menjadi jalan untuk meraih keridaan Allah Swt. Keempat bentuk kesabaran tersebut, lanjutnya, bermuara pada satu sikap utama yang disebut sabar yang indah.

Shabrun jamil atau kesabaran yang indah adalah kesabaran yang dilakukan secara maksimal, istikamah, dan penuh kerelaan,” ujar Kiai Zuhri.

Ikuti dan baca artikel kami lainnya di Google News.