Ikhbar.com: Pengasuh Pondok Pesantren Dar Al-Qur’an (DAQU) Tegalgubug Cirebon, KH Rifqiel Asyiq, menegaskan pentingnya menunaikan salat meski manusia tidak luput dari dosa. Menurutnya, kesalahan atau maksiat bukan alasan untuk meninggalkan ibadah wajib, karena setiap gerakan salat memiliki nilai yang tidak sia-sia.
“Seberapa pun berdosanya diri seseorang, yang penting jangan meninggalkan salat,” tulis Gus Rifqiel, sapaan karibnya, dalam postingan di akun Facebook pribadinya, Kamis, 12 Februari 2026.
Dia menyoroti fenomena sebagian orang yang merasa salat percuma bila masih melakukan maksiat. Pandangan itu, menurut Gus Rifqiel, berpotensi menjerumuskan diri pada sikap putus asa terhadap ibadah.
“Jangan terjebak pada pemikiran ‘percuma, salat tapi tetap maksiat,’” ujar Gus Rifqiel.
Baca: Salat Adalah Jembatan Kemuliaan Rajab, Sya’ban, dan Ramadan
Gus Rifqiel menekankan bahwa setiap salat memiliki nilai yang melekat, termasuk sebagai penebus dosa sekaligus pengingat agar kembali ke jalan yang benar. Menjalankan salat tanpa rasa penyesalan dan tanpa berusaha memperbaiki diri, kata dia, justru lebih berbahaya.
“Tinggal salat tanpa penyesalan adalah kemunkaran terbesar,” tulisnya.
Lebih jauh, Gus Rifqiel menegaskan bahwa pilihan manusia menentukan arah kehidupan spiritualnya. Semua orang pasti melakukan kesalahan, tetapi yang membedakan adalah jalur perbaikan yang ditempuh.
Salat, menurut Gus Rifqiel, menjadi salah satu jalur penting untuk memperbaiki diri sekaligus menguatkan hubungan dengan Allah.
“Tidak ada yang percuma dengan salat,” pungkasnya.