SUPI Hadirkan Learning Series & Public Forum, Ruang Belajar Keadilan Gender hingga Kesehatan Mental Santri

Para narasumber SUPI Learning Series & Public Forum bertema "Santri, Mental Health, and Gender Justice" yang diselenggarakan Pesantren Luhur Manhajiy Fahmina, 10–12 April 2026. Dok. SUPI/Fahmina

Ikhbar.com: Sarjana Ulama Perempuan Indonesia (SUPI) kembali menghadirkan ruang belajar terbuka, reflektif, dan kontekstual melalui rangkaian SUPI Learning Series & Public Forum. Mengusung tema “Santri, Mental Health, and Gender Justice”, kegiatan ini menjadi wadah untuk mempertemukan isu keadilan gender dalam Islam dengan perhatian terhadap kesehatan mental, terutama di lingkungan pesantren.

Rangkaian acara berlangsung selama tiga hari, 10 hingga 12 April 2026, dengan format beragam, mulai dari pengajian terbuka, workshop terbatas, hingga forum kreatif berbasis penulisan. SUPI menghadirkan ruang diskusi sekaligus pengalaman belajar yang menyentuh aspek intelektual dan pengalaman personal peserta.

Baca: Pendaftaran Beasiswa SUPI 2026 Dibuka, Dapatkan Biaya Kuliah Gratis hingga Wisuda

Kegiatan dibuka dengan Ngaji Keadilan Gender Islam pada Jumat malam, 10 April 2026 di Pondok Pesantren Luhur Manhajiy Fahmina Cirebon. Forum ini terbuka untuk publik dan menjadi pintu awal bagi masyarakat yang ingin memahami nilai keadilan gender dalam perspektif Islam secara lebih mendalam dan kontekstual.

Pada Sabtu, 11 April 2026, SUPI menggelar Workshop Penyusunan Modul Pelatihan Kesehatan Mental Santri di Kampus Transformatif Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon. Workshop ini bersifat terbatas, menunjukkan keseriusan dalam merancang modul yang aplikatif dan sesuai kebutuhan pesantren.

Masih di hari yang sama, malam harinya digelar Ngaji Khataman Kitab Tafsir al-Wushûl ilâ ‘Ilmi al-Ushûl yang diikuti mahasantri SUPI sebagai bagian dari penguatan basis keilmuan.

Pada hari terakhir, Ahad, 12 April 2026, kegiatan dikemas lebih variatif dan terbuka. Salah satunya Writing for Healing: A Storytelling Workshop on Santri Mental Health. Workshop ini menggabungkan sesi menulis dan pendampingan, mengajak peserta menjadikan pengalaman pribadi sebagai sarana refleksi dan pemulihan.

SUPI juga menggelar peluncuran buku berjudul “Parenting di Negara Gagal” pada sore hari di PP Luhur Manhajiy Fahmina Cirebon. Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian acara dengan mengaitkan isu keluarga, negara, dan tanggung jawab sosial dalam perspektif yang kritis dan kontekstual.

Baca: Meneropong Kurikulum ISIF Cirebon, Kampus Berbasis Kultur Pemikiran Gus Dur

Berikut jadwal lengkapnya:

SUPI Learning Series & Public Forum

Ngaji Keadilan Gender Islam
Friday, 10 April 2026
8:00 – 10:00 PM
PP Luhur Manhajiy Fahmina
Open to the Public

Workshop Penyusunan Modul Pelatihan Kesehatan Mental Santri
Saturday, 11 April 2026
9:00 AM – 16:00 PM
Kampus Transformatif ISIF
By Invitation Only

Ngaji Khataman Kitab Tafsir al-Wushûl ilâ ‘Ilmi al-Ushûl
Saturday, 11 April 2026
8:00 – 10:00 PM
PP Luhur Manhajiy Fahmina
Mahasantri SUPI Only

Writing for Healing: A Storytelling Workshop on Santri Mental Health
Sunday, 12 April 2026
1:30 – 3:00 PM | Writing Session
8:00 – 9:30 PM | Coaching Session
Kampus Transformatif ISIF
Walk-in Registration | Fee: IDR 250K

Book Launch: Parenting di Negara Gagal
Sunday, 12 April 2026
3:30 – 5:00 PM
PP Luhur Manhajiy Fahmina
Ticket: IDR 68K (includes book)
bit.ly/parentingkaliscirebon

Selain menghadirkan tema-tema yang menarik, rangkaian kegiatan ini juga diperkuat dengan kehadiran para narasumber lintas disiplin yang kompeten di bidangnya. Mereka adalah KH. Marzuki Wahid, MA. dan Ny. Nurul Bahrul Ulum, M.P.P. selaku Pengasuh PP Luhur Manhajiy Fahmina, Dr. Ny. Nur Rofiah, Bil. UZM dari Majelis Musyawarah Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) sekaligus Founder Ngaji Keadilan Gender Islam, Kalis Mardiasih selaku penulis perempuan Muslim Indonesia, Bani Bacan Hacantya Yudanagara, S.PSI., M.SI. sebagai pakar psikologi komunitas dan kesehatan mental, serta Gus Ahmad Husein Fahasbu, M.Ag., cendekiawan Islam yang juga dikenal sebagai penulis dan aktivis.

Melalui rangkaian ini, SUPI menunjukkan konsistensi dalam menghadirkan ruang belajar yang informatif dan berdampak. Isu keadilan gender dan kesehatan mental ditempatkan sebagai kebutuhan nyata yang perlu dipahami dan direspons bersama, terutama dalam konteks kehidupan pesantren.

Ikuti dan baca artikel kami lainnya di Google News.