Ikhbar.com: Pemerintah Arab Saudi mengajak umat Muslim memantau hilal pada Rabu, 18 Maret 2026 untuk menentukan awal Syawal 1447 Hijriah sekaligus penetapan Hari Raya Idulfitri tahun ini.
Imbauan tersebut disampaikan melalui Mahkamah Agung Arab Saudi sebagai otoritas resmi yang berwenang menetapkan awal bulan Hijriah. Seruan itu ditujukan kepada seluruh masyarakat di wilayah kerajaan agar turut serta dalam proses rukyatulhilal.
“Mahkamah Agung mengimbau seluruh umat Islam untuk memperhatikan kemungkinan terlihatnya hilal Syawal,” demikian pernyataan resmi otoritas pada Senin, 16 Maret 2026.
Baca: Pemantauan Hilal 1 Syawal 1447 H Dilakukan di 117 Lokasi
Masyarakat yang berhasil melihat hilal diminta segera melaporkan hasil pengamatannya kepada pihak berwenang.
“Siapa pun yang melihat hilal agar segera melaporkan kesaksiannya,” bunyi imbauan tersebut.
Melalui laporan yang dikutip dari Saudi Gazette, Mahkamah Agung meminta siapa pun yang melihat hilal Syawal, baik dengan mata telanjang maupun menggunakan alat bantu seperti teleskop untuk mendatangi pengadilan terdekat dan menyampaikan kesaksian secara resmi.
“Kesaksian hilal harus didaftarkan ke pengadilan untuk diproses,” lanjut pernyataan itu.
Bagi warga yang tidak dapat datang langsung, laporan dapat disampaikan melalui lembaga atau pusat terdekat untuk diteruskan kepada otoritas peradilan. Mekanisme ini menjadi bagian dari sistem kesaksian kolektif yang digunakan dalam penetapan awal bulan Hijriah di Arab Saudi.
Seluruh laporan yang masuk akan diverifikasi sebelum Mahkamah Agung menetapkan keputusan resmi terkait awal Syawal.
“Seluruh laporan akan ditinjau sebelum penetapan resmi diumumkan,” demikian keterangan lanjutan.
Dalam sistem kalender Hijriah, jumlah hari dalam satu bulan berkisar antara 29 hingga 30 hari. Oleh karena itu, hasil rukyatulhilal menjadi penentu apakah Ramadan berakhir pada hari ke-29 atau digenapkan menjadi 30 hari.
Apabila hilal terlihat pada malam Rabu, 18 Maret 2026, maka Ramadan akan berakhir setelah 29 hari dan Idulfitri diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Maret 2026.
Sebaliknya, jika hilal tidak terpantau, maka bulan Ramadan akan disempurnakan menjadi 30 hari, sehingga Idulfitri berpotensi jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.
Keputusan resmi mengenai awal Syawal akan diumumkan setelah Mahkamah Agung Arab Saudi menelaah seluruh laporan pemantauan hilal dari berbagai wilayah.