Prof. Rokhmin Susun Peta Jalan ‘Ciayumajakuning Emas 2045’

Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri menyampaikan materi dalam acara Halalbihalal Paguyuban Dulur Cirebonan Ciayumajakuning di Ballroom Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Ahad (5/4/2026). Dalam kesempatan tersebut, dia menekankan pentingnya pertumbuhan ekonomi dan transformasi pembangunan daerah. Dok. IST

Ikhbar.com: Visi besar pembangunan wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning) hingga 2045 perlu dirumuskan dengan target yang terukur. Wilayah tersebut diharapkan mampu menjadi kawasan maju, mandiri, dan berkelanjutan dalam dua dekade ke depan.

Gagasan tersebut disampaikan Ketua Umum Paguyuban Dulur Cirebonan, Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri. Dia memaparkan konsep “Ciayumajakuning Emas 2045” sebagai arah pembangunan jangka panjang.

Dalam visi tersebut, sejumlah target utama ditetapkan, di antaranya penghapusan kemiskinan dan pengangguran, peningkatan indeks pembangunan manusia di atas 90, serta penurunan ketimpangan dengan koefisien Gini di bawah 0,3.

“Ciayumajakuning juga harus ditargetkan memiliki kedaulatan di bidang pangan, energi, air, dan farmasi, serta kualitas lingkungan yang baik,” katanya dalam forum Halalbihalal Paguyuban Dulur Cirebonan di Ballroom Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Ahad, 5 April 2026.

Baca: Halalbihalal Dulur Cirebonan, Prof Rokhmin: Ekonomi Ciayumajakuning Butuh Pertumbuhan di Atas 7 Persen

Menurut Anggota Komisi IV DPR RI tersebut, kondisi saat ini masih jauh dari target. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Ciayumajakuning berada di kisaran 69, tingkat kemiskinan masih ada, dan ketimpangan belum sepenuhnya terkendali.

Untuk mencapai visi tersebut, Prof Rokhmin menekankan perlunya strategi pembangunan yang terintegrasi.

“Pendekatan yang digunakan mencakup aspek ekonomi, sosial budaya, lingkungan, serta politik dan tata kelola pemerintahan,” katanya.

Prof. Rokhmin juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor melalui model pentahelix yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media.

Menurut Menteri Kelautan dan Perikanan (2001-2004) tersebut, keberhasilan pembangunan tidak bergantung pada pemerintah saja, melainkan membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat.

Baca: Prof. Rokhmin: Kemiskinan dan Ketimpangan Jadi PR Cirebon dan Sekitarnya

Menutup paparannya, Prof Rokhmin mengingatkan pentingnya peran aktif setiap pihak dalam pembangunan.

“Manusia yang terbaik adalah yang beriman dan paling banyak memberi manfaat kepada manusia yang lain,” pungkasnya.

Ikuti dan baca artikel kami lainnya di Google News.