Prof. Rokhmin Sebut AI dan Riset sebagai Pilar Pendidikan Tinggi Nasional

Rektor UMMI Bogor, Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri dalam pertemuannya dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Brian Yuliarto, di Jakarta pada Senin, 5 Januari 2026. Foto: Dok. UMMI Bogor.

Ikhbar.com: Rektor UMMI, Bogor, Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, menyebut bahwa penguatan riset dan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan merupakan fondasi utama dalam mendorong transformasi pendidikan tinggi nasional.

Penegasan tersebut disampaikan dalam pertemuannya dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Brian Yuliarto, di Jakarta pada Senin, 5 Januari 2026.

Pertemuan tersebut dihadiri jajaran pimpinan Universitas UMMI Bogor dan berlangsung dalam suasana dialog terbuka yang membahas arah kebijakan pendidikan tinggi agar lebih adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan sebuah ruang dialog strategis yang menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pilar pembangunan ilmu pengetahuan, kesehatan, dan teknologi,” ujar sosok yang juga anggota Komisi IV DPR RI itu.

Baca: Prof. Rokhmin Soroti Banjir Sumatera, Jangan Ada Hukum Tebang Pilih

Dalam forum itu, Prof. Rokhmin memaparkan kontribusi Universitas UMMI Bogor yang selama ini aktif mendukung sektor kesehatan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat serta penyediaan layanan pendidikan yang berbasis pada kebutuhan lokal.

“Universitas UMMI Bogor berkomitmen memperluas akses pendidikan dengan membuka program studi baru yang relevan dengan tantangan zaman,” ucapnya.

Lebih lanjut, Prof. Rokhmin mengungkapkan rencana pengembangan sejumlah program studi strategis, salah satunya pembukaan Program Studi Artificial Intelligence (AI). Gagasan tersebut dinilai sebagai langkah visioner untuk menjawab perkembangan teknologi global dan kebutuhan pembangunan nasional.

“Program ini diproyeksikan menjadi lokomotif baru bagi riset, inovasi, serta kolaborasi lintas bidang, dengan tujuan menghadirkan solusi nyata bagi dunia akademik, industri, dan masyarakat,” tegasnya.

Rencana tersebut mendapat sambutan positif dari Mendiktisaintek RI Prof. Brian Yuliarto. Ia menyatakan dukungannya terhadap penguatan riset dan inovasi di Universitas UMMI Bogor sebagai bagian dari upaya memperkokoh ekosistem pendidikan tinggi Indonesia.

“Semangat kolaborasi ini diharapkan menjadi fondasi kuat untuk mempercepat ekosistem riset dan inovasi di kampus, sekaligus menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi bangsa,” ujarnya.

Dukungan terhadap pengembangan Program Studi Artificial Intelligence di Universitas UMMI Bogor dipandang sebagai simbol transformasi pendidikan tinggi yang visioner, progresif, dan berdampak nyata. Langkah tersebut sekaligus mempertegas posisi kampus sebagai pusat inovasi yang berorientasi pada kebutuhan bangsa.

Melalui integrasi nilai tradisi keilmuan dan semangat inovasi, Universitas UMMI Bogor meneguhkan perannya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang berdaya saing, sekaligus berkontribusi nyata dalam menyiapkan masa depan pendidikan tinggi Indonesia.

Ikuti dan baca artikel kami lainnya di Google News.