Ikhbar.com: Putri bungsu Presiden Ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Inaya Wulandari Wahid, resmi melepas masa lajangnya setelah dipersunting seorang kiai muda asal Madura, KH Muhammad Shalahuddin A. Warits.
Pernikahan dengan sosok yang karib disapa Ra Mamak ini langsung menyedot perhatian publik karena digelar dengan nuansa hangat dan menonjolkan nilai kesahajaan.
Prosesi akad nikah berlangsung di lingkungan Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Raya, Sumenep, Madura, Jawa Timur, pada Ahad, 5 April 2026. Acara berlangsung terbatas, dihadiri keluarga dan kerabat dekat, sehingga menciptakan suasana kekeluargaan yang terasa kuat.
Sosok Ra Mamak dikenal sebagai pengasuh pesantren sekaligus tokoh agama yang memiliki kapasitas keilmuan luas. Ia disebut menguasai sejumlah bahasa asing seperti Inggris, Arab, hingga Prancis. Latar belakang keilmuan tersebut semakin menguatkan posisinya sebagai figur penting di lingkungan pesantren.
Baca: Nyai Sinta Gus Dur Gaungkan Demokrasi dalam Sahur bersama Ribuan Warga
Kabar pernikahan ini ramai diperbincangkan setelah akun Instagram @Gusdurianlomboktv membagikan momen akad dan suasana acara.
“Selamat KH. Sholahuddin Warits (Ra Mamak) & Ning Inaya Wahid. @inayawahid,” tulis akun tersebut dalam unggahannya pada Minggu, 5 April 2026.
Unggahan itu juga memuat pesan mengenai makna cinta dalam kehidupan rumah tangga.
“Cinta bukan tentang menjadi sama, tapi tentang saling menjaga dalam perbedaan. Semoga rumah tangga ini jadi ruang tumbuh—tempat nilai-nilai kemanusiaan dijaga,” tulisnya.
Doa terus mengalir dari berbagai kalangan untuk pasangan ini.
“Tempat kasih sayang melampaui sekat apa pun, dan tempat keberanian untuk mencintai sesama,” lanjut unggahan tersebut.
Dari sisi konsep, pernikahan Inayah Wahid tampil dengan dekorasi minimalis. Area akad dihiasi tiga lengkung putih dengan latar tirai berwarna pastel krem dan cokelat. Pencahayaan temaram berwarna kuning memberi kesan hangat tanpa meninggalkan kesederhanaan.
Penampilan Inayah juga menjadi perhatian. Ia mengenakan kebaya jacquard putih dengan detail payet dan bordir floral yang halus.
“Kebaya jacquard putih yang dikenakan Inayah tampak indah dengan aksen payet dan bordir bermotif floral. Kebayanya berpotongan longgar dengan lengan panjang yang melebar di ujung”.
Busana tersebut dipadukan dengan kain batik sogan motif truntum yang sarat makna tentang cinta, kesetiaan, dan kasih sayang dalam rumah tangga.
Dari sisi usia, pasangan ini tergolong dekat. Inayah menikah di usia 43 tahun, sementara Ra Mamak yang lahir pada 16 April 1982 hanya terpaut beberapa bulan karena keduanya lahir di tahun yang sama.
Detail lain yang menarik perhatian adalah sajian hidangan dalam acara tersebut. Keluarga menyebut adanya menu “Cake” yang dalam tradisi setempat disajikan sebagai pembuka.
Ucapan doa juga disampaikan oleh kakak Inayah, Vita Wahid.
“Mendoakan rumah tangga yang sakinah mawadah warohmah. Dilimpahi kebaikan dan kebahagiaan dunia akhirat. Dan selalu dapat rida dari Allah Swt,” katanya, dikutip Senin, 6 April 2026.
Video yang beredar memperlihatkan momen Inayah dan Ra Mamak duduk bersisian, bersalaman, serta menerima ucapan selamat dari para tamu yang hadir.