Ikhbar.com: Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) KH Mochamad Irfan Yusuf meminta calon jemaah haji 2026 tidak perlu khawatir terhadap dinamika di Timur Tengah, termasuk isu perang Iran–Amerika Serikat (AS). Pemerintah menegaskan seluruh langkah pengamanan telah disiapkan untuk memastikan pelaksanaan ibadah haji berjalan aman dan lancar.
Pernyataan itu disampaikan Menhaj dalam keterangan resmi pada Jumat, 27 Maret 2026. Pemerintah menempatkan aspek keselamatan jemaah sebagai prioritas utama, sejalan dengan arahan Presiden.
Sosok yang karib disapa Gus Irfan itu menegaskan bahwa pemantauan situasi terus dilakukan secara intensif.
“Jemaah haji maupun keluarganya tidak usah khawatir. Kami selalu memantau situasi, dan keselamatan jemaah adalah yang paling utama,” katanya.
Baca: Saudi Jamin Keamanan Haji 2026
Ia menjelaskan, koordinasi dengan otoritas Arab Saudi berjalan lancar hingga saat ini. Pemerintah juga telah menyiapkan berbagai skenario untuk mengantisipasi kemungkinan kendala di lapangan, sehingga pelayanan kepada jemaah tetap optimal.
Selain aspek keamanan, perhatian juga diarahkan pada kesiapan fisik calon jemaah. Menurutnya, ibadah haji membutuhkan kondisi tubuh yang prima agar rangkaian ibadah dapat dijalankan dengan baik.
“Haji itu memerlukan fisik yang sehat. Dengan kondisi yang baik, jemaah bisa menjalankan ibadah dengan maksimal,” katanya.
Bagi calon jemaah yang telah melunasi biaya perjalanan, pemerintah mengimbau agar tidak ragu untuk tetap berangkat. Berbagai langkah mitigasi telah dipersiapkan guna memastikan penyelenggaraan haji berlangsung sesuai rencana.
“Tidak perlu ragu. Semua sudah dimitigasi dan insyaallah bisa berjalan dengan baik,” tegasnya.
Pemerintah akan terus menyampaikan pembaruan informasi kepada jemaah apabila terjadi perkembangan situasi yang memerlukan penyesuaian kebijakan.