Ikhbar.com: Menteri Agama (Menag), Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar mengeklaim bahwa rencana pendirian kampus Universitas Al-Azhar di Indonesia menunjukkan perkembangan positif.
Ia mengatakan, inisiatif strategis tersebut diarahkan untuk memperkuat pendidikan Islam moderat serta menjadikan Indonesia sebagai pusat rujukan keislaman wasathiyah di kawasan Asia Tenggara.
Menag menyampaikan hal tersebut dalam rangkaian kunjungan kerja ke Mesir, yang difokuskan pada penguatan kerja sama bilateral di bidang keagamaan dan pendidikan tinggi Islam.
Baca: Sejumlah Negara Arab Dukung Pendirian Kampus Al-Azhar di Indonesia
“Insyaallah, kita dalam proses,” ungkap Menag di Al-Azhar Conference Center, Hay Sadis, Mesir pada Rabu, 21 Januari 2026.
Dalam agenda diplomasi tingkat tinggi itu, pembahasan pembukaan cabang Al-Azhar di Indonesia menjadi salah satu topik utama yang mendapat perhatian serius kedua belah pihak.
Sejumlah tokoh penting Mesir hadir dalam pertemuan tersebut, antara lain Menteri Wakaf Mesir Syekh Prof. Dr. Usamah Al-Sayyid Al-Azhari serta Rektor Universitas Al-Azhar Dr. Salamah Daud.
Turut mengikuti pertemuan jajaran akademisi dan pimpinan Al-Azhar, termasuk Ketua Bagian Wafidin Prof. Dr. Nahla, mantan Rektor Al-Azhar Prof. Dr. Ibrahim Hud-Hud, dan Ketua Rabithah Alumni Universitas Al-Azhar.
Dalam kunjungan tersebut, Menag didampingi Staf Ahli Menteri Agama Dr. Bunyamin M. Yapid, Lc., serta pakar tafsir Dr. Mukhlis M. Hanafi. Pendampingan ini menegaskan keseriusan pemerintah Indonesia dalam mengawal aspek teknis dan substansi kerja sama pendidikan dengan Al-Azhar.
Rencana pendirian kampus Al-Azhar di Indonesia dinilai selaras dengan kebutuhan penguatan sistem pendidikan Islam nasional yang berakar pada keilmuan, toleransi, dan nilai kebangsaan.
Kehadiran institusi tersebut diharapkan menjadi pusat pengembangan kajian Islam moderat sekaligus memperluas jejaring akademik internasional Indonesia.
Kunjungan kerja ini sekaligus menegaskan peran aktif Menag dalam diplomasi keagamaan global serta menjadi langkah strategis memperkuat ekosistem pendidikan Islam di Indonesia melalui kemitraan dengan Al-Azhar, institusi keilmuan Islam tertua dan paling berpengaruh di dunia.