Ikhbar.com: Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama (MANU) Putra Buntet Pesantren, Cirebon menegaskan perannya sebagai lembaga pendidikan yang adaptif dan inovatif melalui peluncuran Liwetin, produk bumbu nasi liwet instan karya santri yang menggabungkan kepraktisan, cita rasa tradisional, serta nilai kewirausahaan. Produk ini menjadi wujud konkret pengembangan keterampilan siswa di luar pembelajaran akademik dan keagamaan.
Produk Liwetin resmi diperkenalkan kepada publik dalam kegiatan peluncuran yang digelar di lingkungan MANU Putra Buntet Pesantren, Selasa, 11 Juli 2023 silam.
Liwetin dirancang sebagai solusi memasak nasi liwet yang praktis tanpa menghilangkan kekhasan rempah Nusantara. Dalam satu kemasan, tersedia bumbu lengkap seperti serai, lengkuas, daun salam, bawang merah, bawang putih, cabai, dan daun jeruk, dilengkapi pilihan lauk ikan asin, ikan teri, udang rebon, atau ayam suwir.
Keunggulan utama Liwetin terletak pada kemudahan pengolahan. Konsumen cukup mencampurkan satu kemasan Liwetin ke dalam satu kilogram beras, mengaduknya hingga merata, lalu memasaknya menggunakan rice cooker. Tanpa kompor dan tanpa proses rumit, nasi liwet siap disantap dalam waktu singkat dengan aroma khas yang menggugah selera.
Satu kemasan Liwetin mampu menghasilkan hingga enam sampai delapan porsi makan, menjadikannya pilihan ekonomis bagi pelajar, mahasiswa, maupun keluarga.
Baca: Madrasah Wathaniyah, Jejak Kebangsaan Kiai Abbas Buntet Pesantren
Pembina Koperasi MANU Putra Buntet Pesantren, KH Fikri Mubarok, menjelaskan bahwa kehadiran Liwetin tidak hanya bernilai komersial, tetapi juga menjadi media pembelajaran kewirausahaan bagi siswa.
“Dalam pengembangan Liwetin, siswa terlibat langsung dalam proses perencanaan, pengembangan, dan pemasaran produk. Mereka terlibat dalam berbagai kegiatan, seperti riset pasar, perancangan kemasan, pembuatan bahan promosi, dan penentuan strategi pemasaran,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala MANU Putra Buntet Pesantren, KH Ade Muhammad Nasir, menilai peluncuran Liwetin sebagai langkah strategis dalam membekali siswa dengan pengalaman nyata berwirausaha.
Menurutnya, Liwetin menunjukkan bahwa pendidikan di MANU Putra tidak hanya menitikberatkan pada aspek keilmuan dan keagamaan, tetapi juga pada kesiapan menghadapi tantangan ekonomi global.
“Dengan pengalaman ini, siswa belajar analisis pasar, pengambilan keputusan, manajemen sumber daya, dan strategi pemasaran,” tuturnya.
Inisiatif kewirausahaan tersebut sejalan dengan peran Buntet Pesantren sebagai pusat pendidikan sekaligus penggerak ekonomi masyarakat. Ketua Umum Yayasan Lembaga Pendidikan Islam Buntet Pesantren, KH Salman Al Farisi, menegaskan bahwa sejak awal para pendiri pesantren telah merancang Buntet Pesantren tidak hanya sebagai pusat pendidikan agama, tetapi juga sebagai sentra pengembangan ekonomi umat.
“Sehingga pesantren hadir tidak sekadar hanya memberikan pendidikan keagamaan yang baik tetapi juga mengajari santri dan warga sekitar meningkatkan perekonomian,” katanya.
Komitmen tersebut tercermin pula dalam pameran UMKM hasil karya santri dan masyarakat sekitar yang digelar bekerja sama dengan Pos Indonesia pada Jumat, 25 Agustus 2023. Kegiatan itu mendapat perhatian khusus dari Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin, yang menyempatkan diri meninjau langsung produk Liwetin.
“Beliau ekspresinya kaget, baru lihat ada nasi liwet praktis hanya menanak nasi sudah jadi nasi liwet yang ribet itu,” ujar perwakilan koperasi.
Saat ini, Liwetin diproduksi oleh Koperasi MANU Putra dan dipasarkan di wilayah Cirebon dan sekitarnya. Ke depan, pengelola koperasi tengah menyiapkan strategi pemasaran digital melalui marketplace serta membuka peluang ekspansi ke pasar nasional hingga internasional.
Melalui Liwetin, MANU Putra Buntet Pesantren menegaskan bahwa pesantren mampu melahirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan zaman, sekaligus mencetak generasi santri yang mandiri, kreatif, dan siap bersaing di dunia usaha.







