KUPI Gelar Halaqah Kubra, Matangkan Arah Gerakan Ulama Perempuan Menuju Kongres 2027

Halaqah Kubra KUPI. Foto: KUPI

Ikhbar.com: Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) menggelar Halaqah Kubra KUPI 2025 sebagai forum strategis untuk memperkuat konsolidasi gerakan keulamaan perempuan. Acara ini sekaligus mematangkan arah perjuangan menuju Kongres KUPI ke-3 pada 2027.

Forum ini menjadi ruang penting untuk meninjau capaian gerakan sekaligus merespons tantangan baru yang dihadapi perempuan dalam kehidupan sosial, politik, dan keagamaan.

Halaqah Kubra KUPI 2025 dilaksanakan selama tiga hari, Kamis–Sabtu, 12–14 Desember 2025, dan menjadi titik evaluasi tengah dalam siklus lima tahunan gerakan KUPI. Melalui forum ini, KUPI berupaya memastikan agenda keulamaan perempuan tetap relevan dengan dinamika zaman serta kebutuhan nyata perempuan Indonesia.

Ketua Panitia, Iklilah Fajriyah Muzayyanah, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menilai sejauh mana hasil Kongres KUPI sebelumnya telah dijalankan, sekaligus memetakan persoalan-persoalan krusial yang membutuhkan respons keulamaan perempuan ke depan.

Baca: KUPI Dorong Ulama Perempuan Terus Berperan untuk Kemanusiaan

“Halaqah Kubra ini menjadi ruang untuk merefleksikan perjalanan gerakan sekaligus menyiapkan arah dan respons keulamaan perempuan yang akan dirumuskan dan ditetapkan dalam Kongres KUPI berikutnya,” ujar Iklilah dalam konferensi pers, Jumat, 12 Desember 2025, di Hall Convention Center UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Sekretaris Panitia, Alimatul Qibtiyah, menambahkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan disusun dengan pendekatan partisipatif. Pada hari pertama, KUPI membuka dialog dan diskusi publik yang melibatkan sekitar 500 peserta dari beragam latar belakang dan wilayah di Indonesia.

“Masukan dari publik ini menjadi bahan penting untuk proses refleksi yang lebih mendalam pada hari kedua dan ketiga. Sedangkan pada Sabtu dan Minggu, sekitar 200 peserta terlibat dalam diskusi intensif berbasis tema dan misi dari KUPI, yang kemudian dirumuskan menjadi refleksi bersama,” jelas Alimatul.

Sebanyak 200 peserta tersebut dibagi ke dalam empat kelompok diskusi tematik, yakni Refleksi Pengetahuan, Refleksi Otoritas Ulama Perempuan, Refleksi Ekosistem Gerakan, serta Refleksi Pembumian Paradigma KUPI. Berbagai isu strategis dibahas secara mendalam untuk merumuskan arah dan respons gerakan keulamaan perempuan yang akan dibawa ke Kongres KUPI ke-3 mendatang.

Melalui Halaqah Kubra KUPI 2025, KUPI kembali menegaskan komitmennya dalam menguatkan pandangan keagamaan yang berpihak pada keadilan gender, nilai-nilai kemanusiaan, serta pengalaman hidup perempuan. Komitmen ini diposisikan sebagai fondasi penting bagi keberlanjutan gerakan keulamaan perempuan Indonesia di masa depan.

Ikuti dan baca artikel kami lainnya di Google News.