Ikhbar.com: Kementerian Agama (Kemenag) baru-baru ini merespons soal potensi perbedaan penetapan awal Ramadan 1447 H/2026 M. Kemenag menilai, perbedaan tesrebut sebagai dinamika yang lazim terjadi dalam penentuan kalender hijriah di Indonesia.
Pemerintah menegaskan proses penetapan awal Ramadan tetap dilakukan melalui mekanisme sidang isbat dengan mengedepankan musyawarah bersama organisasi kemasyarakatan Islam guna menghasilkan keputusan yang mengedepankan kemaslahatan umat.
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat menjelaskan perbedaan awal Ramadan dapat muncul karena ragam pendekatan yang digunakan dalam menentukan awal bulan hijriah. Metode hisab, rukyat hilal, hingga penggunaan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) menjadi faktor yang memengaruhi perbedaan tersebut.
“Sebenarnya kalau berbeda itu biasa, karena cara pandang kemudian cara penetapan dari ormas-ormas Islam tersebut tidak sama. Ada yang menggunakan pendekatan metode hisab, ada yang menggunakan pendekatan hilal, kemudian ada yang terbaru mempergunakan dengan KHGT,” ujar Arsad dalam konferensi pers Joyful Ramadhan Mubarak di Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026.
Ia menyebutkan perbedaan antara konsep hilal lokal dan global memang berpotensi menghasilkan penetapan awal Ramadan yang tidak seragam. Namun demikian, pemerintah telah menyiapkan sidang isbat sebagai ruang dialog untuk menyatukan pandangan berbagai pihak terkait.
“Kita Kemenag membuat yang namanya sidang isbat. Ini forum musyawarah seluruh ormas Islam, seperti Muhammadiyah, NU, Persis dan lain sebagainya. Kita undang, kita dengarkan apa yang menjadi pandangan mereka masing-masing, kemudian dimusyawarahkan lalu diambil keputusan yang maslahat,” ucapnya.
“Itulah yang nanti akan ditetapkan sebagai keputusan pemerintah kaitan dengan awal bulan suci Ramadan ya,” kata Arsad.
Lebih lanjut, Arsad menyampaikan harapan agar masyarakat dapat menyikapi kemungkinan adanya perbedaan penetapan awal Ramadan dengan sikap saling menghormati.
“Jadi kalau perbedaan wajar, dan kita harus terlatih untuk menghormati lah perbedaan-perbedaan tersebut ya,” kata dia.